counter create hit The Lucifer and Biscuit Hammer vol. 01 - Download Free eBook
Ads Banner
Hot Best Seller

The Lucifer and Biscuit Hammer vol. 01

Availability: Ready to download

Yuhi Amamiya hanyalah seorang mahasiswa biasa, tapi suatu hari dia diminta oleh seekor kadal untuk menyelamatkan dunia!? Tanpa diberi waktu untuk menolak, dia diberikan cincin bukti terpilih dan kekuatan untuk bertarung. Yang menyelamatkan Yuhi dari serangan mendadak lawan adalah gadis tetangganya, Samidare Asahina. Tapi gadis itu punya ambisi tak terduga!! Editor's Note -Ge Yuhi Amamiya hanyalah seorang mahasiswa biasa, tapi suatu hari dia diminta oleh seekor kadal untuk menyelamatkan dunia!? Tanpa diberi waktu untuk menolak, dia diberikan cincin bukti terpilih dan kekuatan untuk bertarung. Yang menyelamatkan Yuhi dari serangan mendadak lawan adalah gadis tetangganya, Samidare Asahina. Tapi gadis itu punya ambisi tak terduga!! Editor's Note -Genre: Action Comedy Drama Fantasy Psychological Romance Seinen Slice of Life Judul Asli: Hoshi no Samidare / 電脳怪奇譚 サイバーワン Status di negara asal: 10 volume, tamat Periode terbit di negara asal: 5-6 bulan sekali


Compare
Ads Banner

Yuhi Amamiya hanyalah seorang mahasiswa biasa, tapi suatu hari dia diminta oleh seekor kadal untuk menyelamatkan dunia!? Tanpa diberi waktu untuk menolak, dia diberikan cincin bukti terpilih dan kekuatan untuk bertarung. Yang menyelamatkan Yuhi dari serangan mendadak lawan adalah gadis tetangganya, Samidare Asahina. Tapi gadis itu punya ambisi tak terduga!! Editor's Note -Ge Yuhi Amamiya hanyalah seorang mahasiswa biasa, tapi suatu hari dia diminta oleh seekor kadal untuk menyelamatkan dunia!? Tanpa diberi waktu untuk menolak, dia diberikan cincin bukti terpilih dan kekuatan untuk bertarung. Yang menyelamatkan Yuhi dari serangan mendadak lawan adalah gadis tetangganya, Samidare Asahina. Tapi gadis itu punya ambisi tak terduga!! Editor's Note -Genre: Action Comedy Drama Fantasy Psychological Romance Seinen Slice of Life Judul Asli: Hoshi no Samidare / 電脳怪奇譚 サイバーワン Status di negara asal: 10 volume, tamat Periode terbit di negara asal: 5-6 bulan sekali

30 review for The Lucifer and Biscuit Hammer vol. 01

  1. 4 out of 5

    Aravena

    (vol. 1-5) Kesatria, Putri, dan Palu Jatuh ….. Awalnya, saya tertarik dengan komik ini sejak melihat tiga halaman pertamanya yang diposting di forum luar… (view spoiler)[ (hide spoiler)] Kalau hanya dari garis besar plotnya, Lucifer & Biscuit Hammer akan terdengar seperti banyak cerita petualangan/fantasi lainnya. Seorang pemuda bernama Yuhi diberitahu bahwa ia merupakan salah satu Kesatria yang harus melindungi bumi dari seorang Penyihir, bersama seorang Putri bernama Samidare dan para kesatria la (vol. 1-5) Kesatria, Putri, dan Palu Jatuh ….. Awalnya, saya tertarik dengan komik ini sejak melihat tiga halaman pertamanya yang diposting di forum luar… (view spoiler)[ (hide spoiler)] Kalau hanya dari garis besar plotnya, Lucifer & Biscuit Hammer akan terdengar seperti banyak cerita petualangan/fantasi lainnya. Seorang pemuda bernama Yuhi diberitahu bahwa ia merupakan salah satu Kesatria yang harus melindungi bumi dari seorang Penyihir, bersama seorang Putri bernama Samidare dan para kesatria lainnya dengan kekuatan super mereka masing-masing. Klasik, kan? Nah, ini jenis komik yang harus dibaca sendiri untuk melihat keunikannya. Saya jadi paham kenapa Satoshi Mizukami dipuji sebagai mangaka yang out of the box, karena gaya eksekusinya banyak berimprovisasi dari formula sakral komik shounen. Dimulai dari adegan pembukaan yang nyeleneh dan sukses bikin saya terpikat, plotnya pun bergulir dengan senantiasa memperkenalkan sesuatu yang familiar sebelum berkembang ke arah yang mengejutkan. Alih-alih parodi eksplisit dari komik shounen (seperti One Punch Man), dekonstruksi yang dilakukan Mizukami-sensei juga berjalan secara lebih halus dan variatif. Si Kesatria merasa sudah pernah melihat sang Putri, tapi alih-alih karena reinkarnasi atau penjelasan epik lainnya, ternyata hanya karena wajah sang Putri terpampang di poster pemenang kontes makan warung ramen. Sang Putri ternyata bukan sosok lemah gemulai yang perlu dilindungi, melainkan berkekuatan fisik luar biasa. Motivasi sang Putri untuk mengalahkan Penyihir bukan untuk menyelamatkan dunia, melainkan (view spoiler)[karena ingin ia sendiri yang melenyapkan dunia (hide spoiler)] . Sekutu pertama mereka(view spoiler)[gugur tak lama setelah mereka bertemu, dan meninggalkan bekas mendalam (hide spoiler)] . Gaya bercerita dan penokohan komik ini mungkin akan terasa canggung di volume pertama (*saya sendiri awalnya merasa kurang sreg dengan Yuuhi dan Samidare), tapi seiring berjalannya cerita dan bertambahnya karakter, semua jadi kian jelas dan mengena. Ada keseimbangan yang menawan antara aksi pertarungan, drama pendewasaan diri, komedi, dan bahkan tragedi. Kelihatan sekali kalau alur plot dan karakternya sudah dipikirkan dengan matang, tanpa main asal sambil jalan saja atau ditarik ulur secara klise. Saya pun menikmati momen interaksi para tokohnya, baik saat bekerja sama melawan musuh, saling menceritakan masa lalu, atau nonton anime bareng. Saya bisa jamin kalau ini komik yang epik nan koplak…. Inspiratif…. …..dan menyentuh. Sayangnya, karena sekarang status penerbitannya tersendat di sini, saya tidak bisa jamin volume-volume sisanya akan lancar diterbitkan Elex 。゚(TヮT)゚。 Akan tetapi, saya juga bisa bilang bahwa 5 volume (atau 50%) dari Lucifer and Biscuit Hammer sekalipun sudah mencapai dampak emosional dan level perkembangan karakter yang belum tentu bisa dicapai komik shounen lainnya dalam puluhan volume.

  2. 5 out of 5

    anne

    1.5 "You can fly even higher than me." If I'm that much of a merciful manga reader, I'd say that this line makes up for all the weird and messy she-bang. But I'm not. Hoshi no Samidare started off strongly with a very interesting talking lizard however, after the protagonist and the princess were introduced, things quickly turned to the wrong path. I, for one, detest perverted male protagonists so Amamiya already lost a point from me even before I started reading this manga. The panty shots are no 1.5 "You can fly even higher than me." If I'm that much of a merciful manga reader, I'd say that this line makes up for all the weird and messy she-bang. But I'm not. Hoshi no Samidare started off strongly with a very interesting talking lizard however, after the protagonist and the princess were introduced, things quickly turned to the wrong path. I, for one, detest perverted male protagonists so Amamiya already lost a point from me even before I started reading this manga. The panty shots are no good for me as well! It's one kind of fanservice that does me a disservice. And while the premise became slightly interesting when Samidare revealed her goal, Samidare herself is not interesting enough therefore, I don't trust her to make the story's progression worthwhile. But I guess my biggest issue with this manga is that the plot doesn't make any sense to me. Samidare and Amamiya's fucked up morals would've been something to look forward to but there's not enough backstory to understand it so I can't make out why the characters are doing this and how they came to be like that. Also, the biscuit hammer is too childish. With the way things are going, I don't think I'll get pumped up anytime soon by this title but since it's only the first volume, I'm willing to persevere for 1 or 2 more volumes before I finally decide if this makes the cut. Edit: I changed my mind. I'm not going to waste any more of my time for this. Better move on to a new title.

  3. 4 out of 5

    Kauê Locatelli

  4. 4 out of 5

    Niche

  5. 5 out of 5

    Светослава Стойчева

  6. 4 out of 5

    Phùng Nghĩa

  7. 5 out of 5

    Mark Evans

  8. 4 out of 5

    Abelardo

  9. 4 out of 5

    Giga M

  10. 5 out of 5

    Scoutaccount

  11. 4 out of 5

    Guilherme Kroll

  12. 5 out of 5

    Sarah

  13. 5 out of 5

    Vinicius Paiola

  14. 5 out of 5

    Emile Champagne

  15. 4 out of 5

    Dwale Dwale

  16. 5 out of 5

    Laura

  17. 5 out of 5

    Jon

  18. 4 out of 5

    Richard Rei Leal

  19. 5 out of 5

    Enoch Kuo

  20. 5 out of 5

    Mariana Brito

  21. 5 out of 5

    Cameron

  22. 4 out of 5

    Sebastian Lundqvist

  23. 5 out of 5

    Ty

  24. 5 out of 5

    Chris

  25. 5 out of 5

    Ben

  26. 4 out of 5

    Pretty Angelia

  27. 5 out of 5

    Gayle

  28. 5 out of 5

    Chris Zellman

  29. 5 out of 5

    Diego Carvalho

  30. 5 out of 5

    Megan Taylor

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.