counter create hit The Naked Traveler Anthology: Horror - Download Free eBook
Ads Banner
Hot Best Seller

The Naked Traveler Anthology: Horror

Availability: Ready to download

Tak semua traveler “beruntung” bisa mengalami sendiri pengalaman ganjil yang membuat bergidik, lift mati, listrik kurang daya, dinding kamar mandi yang ditempeli lintah. Tok … tok … tok … ditambah lagi ada suara ketukan di balik pintu. Hiii amit-amit! Lantas seberapa mencekam perjalanan yang dilalui ke-10 traveler di buku ini? Dalam pengalaman mereka, masing-masing terselip Tak semua traveler “beruntung” bisa mengalami sendiri pengalaman ganjil yang membuat bergidik, lift mati, listrik kurang daya, dinding kamar mandi yang ditempeli lintah. Tok … tok … tok … ditambah lagi ada suara ketukan di balik pintu. Hiii amit-amit! Lantas seberapa mencekam perjalanan yang dilalui ke-10 traveler di buku ini? Dalam pengalaman mereka, masing-masing terselip bonus kenangan tidak ingin diingat-ingat lagi. Dari bermalam di hotel tua di sebuah kota mati di Jepang, merasakan hawa janggal dan suara-suara parau memanggil kala mendaki gunung api di pulau Banda Neira, sampai pengalaman spiritual bertemu peramal misterius yang bikin merinding di Edinburg, Skotlandia. Temukan sensasi baru menyimak kisah perjalanan ke-10 traveler dengan latar belakang yang beragam ini. Siap-siap buka mata, telinga, dan indera lainnya terhadap segala penampakan yang mungkin muncul dalam perjalanan. Eh, ada apa itu di belakangmu?


Compare
Ads Banner

Tak semua traveler “beruntung” bisa mengalami sendiri pengalaman ganjil yang membuat bergidik, lift mati, listrik kurang daya, dinding kamar mandi yang ditempeli lintah. Tok … tok … tok … ditambah lagi ada suara ketukan di balik pintu. Hiii amit-amit! Lantas seberapa mencekam perjalanan yang dilalui ke-10 traveler di buku ini? Dalam pengalaman mereka, masing-masing terselip Tak semua traveler “beruntung” bisa mengalami sendiri pengalaman ganjil yang membuat bergidik, lift mati, listrik kurang daya, dinding kamar mandi yang ditempeli lintah. Tok … tok … tok … ditambah lagi ada suara ketukan di balik pintu. Hiii amit-amit! Lantas seberapa mencekam perjalanan yang dilalui ke-10 traveler di buku ini? Dalam pengalaman mereka, masing-masing terselip bonus kenangan tidak ingin diingat-ingat lagi. Dari bermalam di hotel tua di sebuah kota mati di Jepang, merasakan hawa janggal dan suara-suara parau memanggil kala mendaki gunung api di pulau Banda Neira, sampai pengalaman spiritual bertemu peramal misterius yang bikin merinding di Edinburg, Skotlandia. Temukan sensasi baru menyimak kisah perjalanan ke-10 traveler dengan latar belakang yang beragam ini. Siap-siap buka mata, telinga, dan indera lainnya terhadap segala penampakan yang mungkin muncul dalam perjalanan. Eh, ada apa itu di belakangmu?

30 review for The Naked Traveler Anthology: Horror

  1. 5 out of 5

    Pauline Destinugrainy

    Yg kerasa horornya itu ceritanya mbak Trinity, trus yg nginap di mess kantor di Medan, sama yg gelundung dr atap kantor. Oh ya.. satu bintang khusus untuk ilustrasinya sama beberapa halaman yg full hitam. Bikin merinding..

  2. 4 out of 5

    ABO

    Pas baca enggak serem. Tapi... efeknya jadi kebayang-bayang terus, bikin parno ._. Cerita yang jadi favorit: yang hantu cewek jepang sama yang judulnya Gedebuk!

  3. 4 out of 5

    Syifa Adiba

    Tahukah kalian? Bahwa hantu itu menceriminkan tingkat kemakmuran suatu negara? -- Trinity Awalnya, nggak ada niatan untuk beli buku ini karena : 1. Tanggal tua dan duit hasil kerjaan freelance belum turun 2. ceritanya berbau horror Udah tahu diri sendiri takut banget sama yang namanya horror-horror, eh malah beli buku ini dan baca. Duh! Tepok jidad jadinya. Di buku ini, ada 11 cerita yang ditulis oleh Trinity dan penulis traveling lainnya. Jangan ditanya seberapa seramnya cerita di dalam Tahukah kalian? Bahwa hantu itu menceriminkan tingkat kemakmuran suatu negara? -- Trinity Awalnya, nggak ada niatan untuk beli buku ini karena : 1. Tanggal tua dan duit hasil kerjaan freelance belum turun 2. ceritanya berbau horror Udah tahu diri sendiri takut banget sama yang namanya horror-horror, eh malah beli buku ini dan baca. Duh! Tepok jidad jadinya. Di buku ini, ada 11 cerita yang ditulis oleh Trinity dan penulis traveling lainnya. Jangan ditanya seberapa seramnya cerita di dalam ini. Beuh. Merinding disko yang jelas. Belum lagi, sehabis baca buku ini jadi teringat akan pengalaman seram ketika jalan-jalan. Ada 2 pengalaman seram yang paling membekas ketika saya pergi jalan-jalan : 1. Ketika pergi ke Danau Toba dan tinggal di wisma anggota DPD Provinsi Sumatera Utara. Jangan ditanyakan betapa seramnya. 2. Ketika sedang lomba cerdas cermat dan kami (iya, nggak cuma saya doang yang diganggu. Kami bersepuluh dalam satu tim) di Semarang diganggu dan terpaksa harus pindah kamar! So, bagaimana pengalaman horror kalian saat jalan-jalan?

  4. 4 out of 5

    Regina Noviana

    Serem abis, terutama yang cerita #1, ihhhhh

  5. 5 out of 5

    Maggie Chen

    Buku ini diikutkan dalam tantangan Booktube Indonesia Agustus 2016 Kalau dibilang seram, enggak sih. Dan iya, aku baca buku ini saat malam hari. Tengah malam malah seringnya, atau menjelang subuh. Kecuali hari ini, karena ngebut ingin segera membuat video untuk tantangan Booktube Indonesia. Sedikit skeptis dengan yah satu-dua cerita di dalam buku ini (sorry, can't help it). Tapi overall, it was a decent read. Yang aku maklumi saja meskipun tidak terasa seramnya. Karena membuat seseorang ketakutan Buku ini diikutkan dalam tantangan Booktube Indonesia Agustus 2016 Kalau dibilang seram, enggak sih. Dan iya, aku baca buku ini saat malam hari. Tengah malam malah seringnya, atau menjelang subuh. Kecuali hari ini, karena ngebut ingin segera membuat video untuk tantangan Booktube Indonesia. Sedikit skeptis dengan yah satu-dua cerita di dalam buku ini (sorry, can't help it). Tapi overall, it was a decent read. Yang aku maklumi saja meskipun tidak terasa seramnya. Karena membuat seseorang ketakutan hanya dengan kata dan kalimat itu sulit sekali. Anyway, cerita favoritku dari buku ini adalah 'Dikerjai di Bali' karya Jenny Jusuf. Simply because it has a great balance. Aku merasa cerita itu mampu dipercaya kebenarannya dan di sisi lain sempat sekali khawatir/deg-degan pada satu titik di dalam cerita.

  6. 4 out of 5

    Linclair Christabel

    Personally, seumur hidup saya, ini baru Buku horror pertama yang saya baca (seumur-umur cuma sekali nonton film horror, ujung-ujungnya parno sendiri). Yup. Awalnya saya pikir cerita dari mbak T nggak terlalu seram-seram amat karena mengingat karakter seorang mbak T yang sangat Logical. Dan ternyata malah cerita mbak T sendiri yang sukses bikin saya parno ngeliat kebawah kolong kasur , ditambah lagi sama cerita penulis lainnya yang gak kalah mencekam. Pada akhirnya, karena kapok membacanya, saya Personally, seumur hidup saya, ini baru Buku horror pertama yang saya baca (seumur-umur cuma sekali nonton film horror, ujung-ujungnya parno sendiri). Yup. Awalnya saya pikir cerita dari mbak T nggak terlalu seram-seram amat karena mengingat karakter seorang mbak T yang sangat Logical. Dan ternyata malah cerita mbak T sendiri yang sukses bikin saya parno ngeliat kebawah kolong kasur , ditambah lagi sama cerita penulis lainnya yang gak kalah mencekam. Pada akhirnya, karena kapok membacanya, saya kasih ke salah satu guru di sekolah saya yang juga suka TNT.

  7. 5 out of 5

    Alvina

    sebelas cerita pendek nan menegangkan dari sepuluh orang penulis. Hampir keseluruhan cerita bikin deg degan, seremnya kerasaa beneran. belum sempet bikin review lengkap, tapi kalau disuruh ngingat ngingat, yg paling berkesan tuh yang gedebug, kaca nako sama foto rame wajah. hiyyyy

  8. 4 out of 5

    Yovano N.

    Emang nggak boleh dibaca malam-malam. T.T

  9. 5 out of 5

    Sayekti Ardiyani

    Horor, genre yang saya hindari dan nggak mau baca, itu sebabnya hadiah #BentangBagiBuku dari @bentangpustaka beberapa bulan lalu hanya tergeletak. Sampai ada #AkuBaca reading challenge dari @bukupediacom . Saya beranikan membaca buku ini. Setalah membaca buku ini rasanya...keracunan! 😀 Seperti halnya foto-foto traveling, tulisan jalan-jalan yang disajikan dengan apik itu adalah racun. Buku ini membuat saya ingin mengunjungi Desa Lebong Tandai tempat emas Monas berasal. Saya ingin menyusuri segala Horor, genre yang saya hindari dan nggak mau baca, itu sebabnya hadiah #BentangBagiBuku dari @bentangpustaka beberapa bulan lalu hanya tergeletak. Sampai ada #AkuBaca reading challenge dari @bukupediacom . Saya beranikan membaca buku ini. Setalah membaca buku ini rasanya...keracunan! 😀 Seperti halnya foto-foto traveling, tulisan jalan-jalan yang disajikan dengan apik itu adalah racun. Buku ini membuat saya ingin mengunjungi Desa Lebong Tandai tempat emas Monas berasal. Saya ingin menyusuri segala tempat di Banda Neira, juga tempat-tempat dengan segala lokalitasnya yang digambarkan para traveler di buku ini. Tidak merasa ngeri dengan horornya? Saya hanya berani baca buku ini siang hari, di angkot dalam perjalanan pergi pulang kerja. Ada bayangan ngeri dan takut, terutama dari tempat-tempat di Semarang, lokasi yang memang saya tahu penuh aroma horor. Tapi, saya masih tetap berani dan menuntaskan buku ini kok. Saya bisa mengabaikan cerita horor penulisnya karena lebih fokus pada makna perjalanan dan keunikan tempat-tempatnya.

  10. 5 out of 5

    Jefri S

    Buku yang berisi kumpulan cerpen para traveler indonesia dalam segi horror nya. Ada yang membuat saya takut, dan ada juga yang membuat saya bingung dimana seramnya. Tapi dibuku ini saya dapat mengetahui tentang destinasi wisata Indonesia yang menurut saya, tidak pernah "disiarkan" dimana pun. Kurangnya cuma, kurang banyak ceritanya nih hehehehe..

  11. 5 out of 5

    Noni Mudjiani

    Horor tapi pengen dibaca tapi horor. Ah, kan. Bikin pas solat mepet-mepet tembok. Auto baca-baca doa pas sendirian di kamar hotel.

  12. 5 out of 5

    Riska

    Ada beberapa cerita yang bikin merinding sih. Mungkin efek karena baca saat di rumah sendirian dan tengah malem. Cukup menghibur lah :)

  13. 4 out of 5

    Aulia

    Mayan bergidik!

  14. 5 out of 5

    Desy Bachti

    Kebiasaan jelek saya kalo udah suka sama satu penulis : begitu si penulis launch satu buku saya akan langsung beli tanpa baca review, atau liat rating. Tadinya saya berharap buku ini berisikan pengalaman travelling mbak trinity yg diselipi dengan kisah-kisah horror nya. Tapi sayang, begitu baca intro saya langsung kecewa berat. Di awal mbak trinity dengan tegas menjelaskan "karena saya tidak punya stok banyak tentang kisah perjalanan horor, maka saya mengajak teman-teman sesama traveler/writer p Kebiasaan jelek saya kalo udah suka sama satu penulis : begitu si penulis launch satu buku saya akan langsung beli tanpa baca review, atau liat rating. Tadinya saya berharap buku ini berisikan pengalaman travelling mbak trinity yg diselipi dengan kisah-kisah horror nya. Tapi sayang, begitu baca intro saya langsung kecewa berat. Di awal mbak trinity dengan tegas menjelaskan "karena saya tidak punya stok banyak tentang kisah perjalanan horor, maka saya mengajak teman-teman sesama traveler/writer piawai untuk berkolaborasi dalam sebuah buku" yaaah~ kalo saya kepengen baca kisah traveler/writer lain, saya gak akan susah-susah beli buku mbak. Tapi salah saya sih, di cover depan sudah jelas ada nama 10 writer lain. Harusnya saya ngeh, tapi saya justru gak teliti dan main beli aja. Okelah, enough soal kekecewaan ini. Buku sudah dibeli, gak ada salahnya utk dibaca. Lumayan untuk selingan bacaan ninggalin novel-novel dulu. Kesan saya di chapter-chapter awal : ini real story atau fiction sih? Buku sampe saya bolak balik utk mastiin kalo saya gak salah beli kumpulan cerpen. Kenapa saya sampe segitunya? Soalnya di chapter awal saya berasa baca cerpen horor di majalah mistis. Oh no, nagano! (Satu-satunya kisah real mbak trinity) Dan nenek misterius di edinburgh sukses bikin kening saya berkerut-kerut. Is this for real?? Mungkin cara penceritaannya yg terlalu di dramatisir? Atau memang ini kisah real yg saya ga pernah denger sebelumnya jadi bikin saya ga percaya? Yaa, itu sih kesan masing2 ya. Buat saya ini terlalu 'drama' aja sih. Chapter-chapter berikutnya lumayan realistis. Kebanyakan kejadian-kejadian yg sering kita dengar atau mungkin pernah dialami. Favorit saya : wajah terselubung di bukit lawang. Sebenarnya sih ceritanya gak horor-horor amat. Tapi di ujung cerita si penulis nambahin foto yg konon katanya terselubung wajah-wajah mistis yg hanya bisa dilihat orang-orang tertentu. Saya sampe bergidik ngeri saat terlalu lama fokus ngeliatin foto itu. Amit-amit deh jangan sampe keliat wajah-wajah terselubung yg dimaksud. So, kesimpulannya. Saya kecewaaaa bangets deh mbak. Saya berharap baca tulisan kisah perjalanan mbak lebih banyak, tapi yg saya dapat malah kisah perjalanan org lain. Tapi itu tidak mengurangi rasa cinta saya sama the naked traveler. Next book mudah2an real kisah perjalanan mbak trinity semua yaa!

  15. 5 out of 5

    Khalida

    there's a lot ghost stories in this world but nothing quiet as terrifying as true ghost stories from another people who has experienced it themself. ada dua cerita di buku ini yang benar-benar seram banget menurut saya yaitu ceritanya Trinity yang 'Oh No, Nagano' dan cerita dari Ariy yang 'Gedebug!' thumbs up buat pengalaman-pengalaman horrornya (y) :D

  16. 4 out of 5

    Farah

    Ini merupakan buku ketiga dari Trinity yang aku baca.Lagi-lagi aku tidak merasa kecewa! Melalang buana ke berbagai tempat dengan beragam kondisi lingkungan dan sejarah serta cerita masa lalunya sendiri-sendiri tentu saja tidak selamanya berjalan mulus.Cerita-cerita horror atau tidak biasa tentu saja adalah hal yang lazim kita temukan atau bahkan kita alami sendiri selama traveling. Yup! Terkadang mau tidak mau,suka tidak suka,kita malah menjadi saksi penampakan makhluk penghuni dunia seberang yan Ini merupakan buku ketiga dari Trinity yang aku baca.Lagi-lagi aku tidak merasa kecewa! Melalang buana ke berbagai tempat dengan beragam kondisi lingkungan dan sejarah serta cerita masa lalunya sendiri-sendiri tentu saja tidak selamanya berjalan mulus.Cerita-cerita horror atau tidak biasa tentu saja adalah hal yang lazim kita temukan atau bahkan kita alami sendiri selama traveling. Yup! Terkadang mau tidak mau,suka tidak suka,kita malah menjadi saksi penampakan makhluk penghuni dunia seberang yang ingin menunjukkan eksistensinya juga! Buku dengan 11 cerita mencekam yang dipadu dengan ilustrasi apik yang menambah kehorroran suasana ini tidak akan mengecewakan untuk dibaca bagi teman-teman yang ingin mengetahui kisah 'lain' yang tak dapat dipisahkan dari kegiatan traveling. Beberapa kisah dalam buku ini sukses membuat bulu kudukku berdiri! Kalau kamu tipe orang yang penakut ketika sendiri, aku sarankan jangan membaca novel ini di malam hari. Hanya dengan ilustrasi yang serba gelap saja, novel ini sudah cukup mengerikan! Review lengkapku di sini: The Naked Traveler Anthology: Horror - Trinity dkk.

  17. 4 out of 5

    Aulia Aziza

    Beli buku ini via online, seperti biasa ngeburu tandatangannya mbak Trinity hehehe. Demen banget pokoknya kalau punya buku dengan tandatangan dari penulis favorit. Oke, balik lagi ke review. Karena udah penasaran akut, baca buku ini pas malam. Padahal aslinya takut apalagi pas liat beberapa sketch yg gambarin suasana suatu ceritanya, sempat harus nutup-nutupin biar konsen bacanya. Bukunya sendiri adalah 11 cerita horor pendek based on pengalaman pribadi dari traveler yang berkontribusi di buku ini. Beli buku ini via online, seperti biasa ngeburu tandatangannya mbak Trinity hehehe. Demen banget pokoknya kalau punya buku dengan tandatangan dari penulis favorit. Oke, balik lagi ke review. Karena udah penasaran akut, baca buku ini pas malam. Padahal aslinya takut apalagi pas liat beberapa sketch yg gambarin suasana suatu ceritanya, sempat harus nutup-nutupin biar konsen bacanya. Bukunya sendiri adalah 11 cerita horor pendek based on pengalaman pribadi dari traveler yang berkontribusi di buku ini. Nice timing, karena opening buku ini sendiri adalah mbak Trinity. Suka banget sama cerita dia di Nagano itu. Gara-gara cerita itu, jadi takut sendiri kalau ke Jepang nanti. Mana berangkatnya ga nyampe setahun lagi OTL. Dari keseluruhan cerita, aku masih merinding ceritanya mbak Trinity. Tapi paling unik itu pas bagian Edinburgh. Sayangnya, bagian ending buku ini entah kenapa kurang seram. Jadi kecewa deh. Overall, semuanya bagus kok. Kalo bisa dibikin sesi 2-nya, pasti masih banyak traveler yg menyimpan cerita horor mereka pas traveling.

  18. 4 out of 5

    Rin

    Bagi yang berharap banyak kisah horor dari luar negri, siap-siap kecewa karena cuma 2 cerita yang berlatar di luar Indonesia. Tapi percayalaaaah~ kisah yang dari Indonesia bahkan tak kalah menariknya. Bandara Neira, Little Batavia, dimana itu? Ada kejadian apa di sana? Baca saja. Based on true story dari para traveler writers, horor bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Bahkan ketika kamu berpikir suatu tempat itu "pasti aman" karena sudah berulang kali kesana, apakah benar-benar "aman"? Memang ngg Bagi yang berharap banyak kisah horor dari luar negri, siap-siap kecewa karena cuma 2 cerita yang berlatar di luar Indonesia. Tapi percayalaaaah~ kisah yang dari Indonesia bahkan tak kalah menariknya. Bandara Neira, Little Batavia, dimana itu? Ada kejadian apa di sana? Baca saja. Based on true story dari para traveler writers, horor bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Bahkan ketika kamu berpikir suatu tempat itu "pasti aman" karena sudah berulang kali kesana, apakah benar-benar "aman"? Memang nggak terlalu serem jika dibandingkan buku misteri dari penulis-penulis sepesialis genre hantu-hantuan. Tapi karena true story yang dipaparkan langsung dari sumber pertama, kengeriannya lebih terasa dekat. Nggak terlalu tebal, nggak bertele-tele, cerita yang dipaparkan mudah dimengerti dengan tambahan ilustrasi untuk penggambaran si hantu dan situasi horor yang terjadi. Buku ini ibaratnya kayak Spicy Crakers yang renyah, dan enak dimakan disela aktifitas. PS : - Baca Intro terlebih dahulu. Buat membangkitkan aura kasih mistis.

  19. 4 out of 5

    Yusuf Ks

    Dua dari 10 penulis buku kompilasi ini sudah pernah saya tahu sebelumnya dan pernah membaca bukunya, yaitu Trinity dengan Naked Traveler dan Valiant Budi dengan Kedai 1001 Mimpi. Kedua judul buku tersebut sangat bagus isinya, banyak manfaat, dan bahkan menjadi fenomenal sehingga melambungkan nama kedua penulisnya. Harapan saya terhadap buku ini adalah minimal ada beberapa cerita yang dapat membuat bulu kuduk merinding dan merasa ketakutan. Namun sayang sekali buku The Naked Traveler Anthology: Ho Dua dari 10 penulis buku kompilasi ini sudah pernah saya tahu sebelumnya dan pernah membaca bukunya, yaitu Trinity dengan Naked Traveler dan Valiant Budi dengan Kedai 1001 Mimpi. Kedua judul buku tersebut sangat bagus isinya, banyak manfaat, dan bahkan menjadi fenomenal sehingga melambungkan nama kedua penulisnya. Harapan saya terhadap buku ini adalah minimal ada beberapa cerita yang dapat membuat bulu kuduk merinding dan merasa ketakutan. Namun sayang sekali buku The Naked Traveler Anthology: Horror ini tidak memenuhi harapan saya, tidak ada satupun cerita horror yang ada pada buku ini yang benar-benar menyeramkan . Cerita tentang Jin Dempul bagi saya masih lebih menyeramkan dan berhasil membuat bulu kuduk saya lumayan berdiri. Tapi ah..ini hanyalah pendapat saya saja, pendapat orang lain bisa saja berbeda, terutama menurut para penulis buku ini yang tentu saja bagi mereka menyeramkan. 1.5 *

  20. 4 out of 5

    Maria Michelle Angelica

    Di anthology yang kedua edisi horor ini menarik perhatian saya mulai saat direncanakan ada dan sudah dibuka pre-ordernya. Mungkin karena The Naked Traveler Anthology yang pertama yang menarik itu membuat saya tertarik untuk membaca anthology-anthology selanjutnya. Pada anthology versi horor ini, mungkin bagi pencinta horor fiksi atau lainnya, menganggap isi cerita ini begitu biasa, karena kebanyakan hantu yang diceritakan ini hanya sekali lewat. Tetapi menurut saya ini sangat menarik, meskipun t Di anthology yang kedua edisi horor ini menarik perhatian saya mulai saat direncanakan ada dan sudah dibuka pre-ordernya. Mungkin karena The Naked Traveler Anthology yang pertama yang menarik itu membuat saya tertarik untuk membaca anthology-anthology selanjutnya. Pada anthology versi horor ini, mungkin bagi pencinta horor fiksi atau lainnya, menganggap isi cerita ini begitu biasa, karena kebanyakan hantu yang diceritakan ini hanya sekali lewat. Tetapi menurut saya ini sangat menarik, meskipun terkesan biasa, namun hantu-hantu yang diceritakan ini nyata, dan sungguhlah terjadi. Kata 'True Story' (yang tak perlu diperjelas lagi) menjadi suatu bumbu 'pemanis' yang membuat kita tambah bergidik ngeri ketika membacanya. Bahasa yang digunakan juga bahasa seperti biasa trinity membawakan novel-novelnya. Asik, membuat penasaran, dan menarik. Isi ceritanya benar-benar terasa nyata, dan tidak dibuat-buat. Menarik!

  21. 5 out of 5

    Lila Cyclist

    Sepertinya saya setuju dengan beberapa reviewer disini, bahwa gambarnya yang bertebaran di buku ini, memberi efek seram, lebih seram dari ceritanya sendiri. Dari sisi cerita sih, yang paling seram ya cerita pembuka dari Trinity. Siapa yang bisa bayangin hantu duduk di pojok kasur, rambut macam Sadako, terus jalan kesana kemari hiiyyy... Yang kedua kepala yang melayang sendiri tanpa badan itu. Ceritanya mirip yang diceritakan jaman kecil dulu, ndas generuwo yang melayang layang di gunung brintik. Sepertinya saya setuju dengan beberapa reviewer disini, bahwa gambarnya yang bertebaran di buku ini, memberi efek seram, lebih seram dari ceritanya sendiri. Dari sisi cerita sih, yang paling seram ya cerita pembuka dari Trinity. Siapa yang bisa bayangin hantu duduk di pojok kasur, rambut macam Sadako, terus jalan kesana kemari hiiyyy... Yang kedua kepala yang melayang sendiri tanpa badan itu. Ceritanya mirip yang diceritakan jaman kecil dulu, ndas generuwo yang melayang layang di gunung brintik. Eh, tu tempat beneran ada ngga ya? Sayang, ngga ada kendit nglewer juga hahaha... Kisah yang lain, meski seram, tetap masih bisa dibaca menjelang tidur tanpa takut efeknya masuk ke dalam mimpi. Kayaknya lebih seram cerita2 kismis anak2 joglosemar deh, kalo sudah mulai drama ksimis atau kisanak hahaha...

  22. 5 out of 5

    Radita Peketo

    Saya nggak pernah kepikiran akan baca buku ini (berhubung horor bukan genre saya) kalau nggak gara-gara hadiah dari penerbit. Isinya berupa sekumpulan cerpen yang ditulis oleh traveler yang berbeda-beda tentang kejadian horor apa saja yang pernah mereka alami. Beberapa berhasil bikin saya merinding, apalagi saya apresiasi ilustrasinya karena menambah sensasi horor saat membaca buku ini. Recomended!

  23. 4 out of 5

    widyarini u

    Saya suka gaya cerita mba Trinity di semua bukunya. Di buku ini jg sama. Sayangnya karena ini buku yg nulis rame-rame, ngga semua saya suka. Kalau dari cerita, yaaa... Pretty scary! Pas baca ngga terlalu sih, setelahnya baru kebayang. Oh ya, ada beberapa halaman yang isinya ilustrasi masing-masing cerita, cukup menambah suasana seram pas baca

  24. 4 out of 5

    Edotz Herjunot

    Cerita-cerita di dalemnya nggak seseram kovernya.. bahkan banyak bab yang kelihatan maksain ceritanya biar keliatan serem, ada juga bab yang seakan-akan ngasih bumbu2 horror seadanya.. Bab yang paling disuka di buku ini adalah 'Gedebug!' dari Ariy, selain settingnya di Semarang yang bisa gue bayangkan dengan jelas, isinya juga beneran horror..

  25. 4 out of 5

    Rahmawati Putri

    Yeaaayy.. finally gw udha baca buku ini.. satu kata "MERINDING" ... kumpulan cerita HORROR dalam novel ini bener-bener bikin merinding ditambah lg dengan bbrp efek visual lokasi kejadian.. emang ga bisa di pungkiri, setiap tempat memiliki penghuni baik yg kasat mata maupun tidak.. So dmn pun kalian travelling, jgn lupa kulo nuwon yaa.. :)

  26. 4 out of 5

    Ruth

    Some stories are scarier than the other. I personally found that ghosts related to specific culture which has specific relation to the trip (like the one told by Indohoy in Banda Neira) is far more interesting than just general ghosts or paranormal events happening in several stories. Still, if you're scared avoid reading this alone at night.

  27. 4 out of 5

    Dyah

    I read this last night during the witching hour, and I felt unnaturally cold. I don't usually have goosebumps reading or listening to horror stories at night, but this time, especially the "Gedebug!" and "Staff House Horror" stories, gave me the creeps.

  28. 4 out of 5

    Nurnajmi

    Anthology horor yang tidak cukup horor. Cuma berasa serem dicerita Trinity, selebihnya takut sama gambar-gambarnya apalagi gambar nenek di cerita Vabyo. Ngomong-ngomong soal Vabyo, kangen sama tulisannya :")

  29. 5 out of 5

    Karaikuma

    Suka banget sama buku ini... saya suka cerita horor, apalagi yang based on true story, bikin mencekam.. ditambah lagi deskripsi mengenai lokasi2 yang dikunjungi makin menarik buat dibaca.. semoga nanti dibuat volume 2. It's unique and thrilling!

  30. 5 out of 5

    Esti Sulistyawan

    Ceritanya lumayan membuat merinding sih, terutama ceritanya trinity dan 2 cerita lain bersetting Semarang, kenapa harus Semarang ada 2 cerita sih huhuhu. Ada juga cerita yang menurutku 'heh, maksudnya apa nih?' terus gak jadi merinding malah bingung :(

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.