counter create hit Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim - Download Free eBook
Hot Best Seller

Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim

Availability: Ready to download

Menjadi muslim adalah menjadi kain putih. Lalu Allah mencelupnya menjadi warna ketegasan, kesejukan, keceriaan, dan cinta; rahmat bagi semesta alam. Aku jadi rindu pada pelangi itu, pelangi yang memancarkan celupan warna Ilahi. Telah tiba saatnya, derai berkilau Islam tak lagi terpisahkan dari pendar menawan seorang muslim.


Compare

Menjadi muslim adalah menjadi kain putih. Lalu Allah mencelupnya menjadi warna ketegasan, kesejukan, keceriaan, dan cinta; rahmat bagi semesta alam. Aku jadi rindu pada pelangi itu, pelangi yang memancarkan celupan warna Ilahi. Telah tiba saatnya, derai berkilau Islam tak lagi terpisahkan dari pendar menawan seorang muslim.

30 review for Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim

  1. 4 out of 5

    Sinta Nisfuanna

    Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim. Saat membaca judul tersebut, terasa sekali adanya unsur pembuktian bagi siapapun yang menyatakan dirinya seorang muslim. Pembuktian sebagai muslim yang sebenar-benarnya. Pembahasan dalam buku ini sangat membantu untuk menjadi muslim yang ahsan. Mulai dari masalah aqidah, akhlak, rukun iman, rukun islam, penyempurnaan agama, pengamalan, sampai poin dakwah disampaikan dalam bentuk kumpulan opini/esai. Menyeluruh tapi tidak lengkap karena penulis memang berharap pe Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim. Saat membaca judul tersebut, terasa sekali adanya unsur pembuktian bagi siapapun yang menyatakan dirinya seorang muslim. Pembuktian sebagai muslim yang sebenar-benarnya. Pembahasan dalam buku ini sangat membantu untuk menjadi muslim yang ahsan. Mulai dari masalah aqidah, akhlak, rukun iman, rukun islam, penyempurnaan agama, pengamalan, sampai poin dakwah disampaikan dalam bentuk kumpulan opini/esai. Menyeluruh tapi tidak lengkap karena penulis memang berharap pembaca mau mencari lebih banyak lagi ilmu dari berbagai sumber. Referensi film dan buku yang disodorkan dalam sebagian tulisan, cukup familiar sehingga bisa memudahkan untuk menangkap maksud dari tulisan. Jikalau pembaca belum mengetahui pun, bisa menerbitkan rasa penasaran untuk mencari lagi bagaimana dan apa yang sebenarnya harus dilakukan seorang muslim.

  2. 5 out of 5

    Nusrah

    Terlalu banyak mutiara tercambah di dalamnya. Maka, nah! Aku kongsikan barang seuntai dua. :) ---- "Saudaraku, ini giliran kita. Kita muslim sejati, yang selalu mengajak semua manusia kembali pada kebenaran fitrah, tapi kalau mereka berpaling, cukup katakan dengan bangga dan penuh kemuliaan bahwa kita adalah muslim. Seribu, seratus, sepuluh, ataupun sesatu, muslim sejati takkan pernah ragu untuk berkata, "Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim!" ... " - Muslim, hlmn. 77 ---- "Dalam keseharian, seorang mus Terlalu banyak mutiara tercambah di dalamnya. Maka, nah! Aku kongsikan barang seuntai dua. :) ---- "Saudaraku, ini giliran kita. Kita muslim sejati, yang selalu mengajak semua manusia kembali pada kebenaran fitrah, tapi kalau mereka berpaling, cukup katakan dengan bangga dan penuh kemuliaan bahwa kita adalah muslim. Seribu, seratus, sepuluh, ataupun sesatu, muslim sejati takkan pernah ragu untuk berkata, "Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim!" ... " - Muslim, hlmn. 77 ---- "Dalam keseharian, seorang muslim harus memiliki karakter dan identitas. Bahkan juga penampilan yang berbeda dengan kaum-kaum yang terhukumi jahiliah. Bukan kerana Islam bersifat eksklusif dan elitis. Tetapi Islam adalah sistem menyeluruh yang ingin menjadikan revolusi diri para pemeluknya kaffah. Ada jaminan perlindungan, kebanggan identitas dan keterakuan bagi yang baru memasuki. Ada ketertarikan atas keunikannya bagi orang yang terpesona. Setiap orang kafir, kata Ibnu Taimiyah, akan gembira jika tatacara dan seleranya diikuti. Mereka akan bangga. Dan kebanggaan itu akan terbawa dalam pola pikir, konsep hidup, dan cara pandangnya terhadap segala sesuatu. Kalau itu terjadi alangkah kasihan mereka. Karena mereka akan bangga selalu berada dalam kesesatan.... " - Perpisahan, hlm. 86-88 ---- "Keimanan benar-benar telah mengikat hati para hamba Allah dalam kasih sayang yang menggetarkan. Ada sebuah kalimat Rasulullah yang membuat hati Anas ibn Malik begitu tenteram berbunga-bunga. Yakni kalimat bahwa seseorang akan bisa berharap untuk membersamai Rasulullah, Abu Bakar, dan 'Umar di surga nanti. Karena, meski amalanku tak sebaik amalan mereka, tetapi aku sangat mencintai mereka..." Ah indahnya. Siapa yang kau cintai saudaraku? Siapkah hati, jiwa, raga, dan harta kita untuk bersaudara? Siapkah mata, telinga, lisan dan tangan kita untuk bersaudara? Kebersamaan dalam ikatan aqidah akan mengikrarkan sebuah perjuangan untuk menegakkan aqidah itu. Tiada kemuliaan tanpa perjuangan. Wahai pejuang, perjuangan pertama yang harus kau tegakkan adalah melawan nafsu diri agar mampu bersabar dalam kebersamaan! Dalam perjuangan itu, musnah segala khawatir dan takut. Hilang gelisah, resah dan kalut. Karena kebersamaan yang kita ukir begitu meneguhkan. Kebersamaan yang menyandarkan kekuatannya kepada Allah.... " - Kebersamaan, hlmn. 89-93 ---- "Semoga ada wajah-wajah yang tak pernah mengajak kita menggunjing, memfitnah, dan sibuk dengan aib orang. Betapa ingin kita disambut di majelis mereka, dengan ucapan, "Akhi...ta'ala nu'minu sa'ah..saudaraku, mari sejenak kita beriman!" dan kita diterbangkan ke tempat yang dinaungi sayap malaikat Kita rindu bersua dengan wajah-wajah ini dalam perjalanan. Bukankah kita belum saling kenal dan baru kali ini bertatap muka? Tapi rasanya sudah akrab, dan lisan tak tahan untuk segera melempar senyum dan beruluk salam. Inilah dia, wajah-wajah keimanan. Yang digambarkan Rasulullah yang satu menjadi cermin yang lain. Ada inspirasi shalih saat memandangnya dan energi isi ulang melihat keteduhannya.. SubhanaAllah. Betapa kita merindu wajah-wajah keimanan. Wajah-wajah itu, adalah wajah-wajah saudara kita di jalan Allah." - Afiliasi, hlmn. 140 ---- "Betapa rindu kita pada pemimpin yang bisa menangis. Minimal menangis. Karena cinta. Pemimpin yang sadar bahwa ia akan ditanya dan diminta bertanggungjawab atas jutaan pengangguran, mliyaran kasus kriminalitas, jatuhnya moral remaja, dan perempatan jalan yang penuh peminta. Minimal sadar. Karena cinta. Ia seperti kata Nabi, "Mencintai kalian, dan kalian pun mencintainya." Dan cinta itu, akan mengangkatnya dari kungkungan batas-batas kemanusiaannya untuk berbuat lebih. Karena cinta itu membuatnya tak sendiri, tetapi rakyat membersamainya. Jika ruhnya saling mengenal dengan ruh rakyatnya, saat itulah nyala bertemu sumbu, dan kerja-kerja menjadi api yang mengkinesi potensi. Dan Allah menghujankan air barakah, dan menumbuhkan pohon thayyibah. Saudaraku, adakah rindu kita ada di lembah hijau yang sama? " - Afiliasi, hlmn. 144-145 ---- "Maka niat adalah pijak pertama yang menggores tanya, "Akankah ada barakah dalam pernikahan kita?" Niat ketika menyaksikan kondisi keluarganya. Niat ketika menentukan mahar dan persyaratan. Niat ketika menyatakan persetujuan dan penerimaan. Niat ketika merencanakan hari akad dan perayaan walimah. Niat selama dalam masa penantian. Niat dan niat, ketika dan ketika.. Niat ketika mengucapkan ijab dan qabul. Niat di saat menerima ucapan selamat dan doa. Niat di waktu menjamu tamu. Niat di waktu menjamu tamu. Niat di saat para tamu meninggalkan tempat. Niat ketika mengucap salam dan mengetuk pintu kamar. Niat ketika berjemaah dua rakaat pertama kalinya. Pada engkau yang belum menikah, katakan padaku saat kau rasa nikmatnya pandangan pertama, apa yang terbit di ufuk hatimu? Sudahkah engkau bersegera menunjuk dada dan bertanya, "Akankah ada barakah dalam pernikahan kita?" - Nomor Dua, hlmn. 218-219 ---- "Kita begitu rindu masyarakat imani, masyarakat yang membuat kita selalu ingin berada di tengah mereka. Hanya ini masyarakat yang membuat kita merasa aman dari lisan dan tangan mereka. Alangkah tenteram berada di tengah mereka. Serasa, masyarakat ini adalah masyarakat surgawi, dan tetangga-tetangga ini kita doakan menjadi tetangga di surga nanti. Memang sulit mencari, tetapi alangkah indahnya memulai dari diri sendiri. Jika keluarga kita dibangun di atas peribadahan kepada Allah, maka juluran-juluran rantingnya adalah da'wah ilallah. Di manapun bumi tempatmu berpijak, kata Umar ibn Al Khattab kepada sahabatnya yang berangkat menunaikan tugas, keislamannya adalah kewajibanmu. Maka adakah tercantum di dalam visi dan mis pernikahan kita sebuah kata yang berat timbangannya di sisi Allah; da'wah? ..... " - Tetangga, hlmn. 284-285

  3. 5 out of 5

    Fathiyyah

    Ayat terbaik yang pernah didapati "Pembaca sejati semua bisa melihat, bahawa alur yang diaraskan buku ini adalah dari pemusnahan kain-kain rombeng, lalu setingkat demi setingkat menghadirkan sebuah pakaian baru. Dia disusun dari benang-benang yang dipintal, yang tahan diuji, ditenun dalam jalinan cinta yang suci, dijahit pola-polanya hingga dikenankan padanya tiara iman. Itulah pakaian takwa. Dan pakaian takwa itulah yang terbaik" Ayat terbaik yang pernah didapati "Pembaca sejati semua bisa melihat, bahawa alur yang diaraskan buku ini adalah dari pemusnahan kain-kain rombeng, lalu setingkat demi setingkat menghadirkan sebuah pakaian baru. Dia disusun dari benang-benang yang dipintal, yang tahan diuji, ditenun dalam jalinan cinta yang suci, dijahit pola-polanya hingga dikenankan padanya tiara iman. Itulah pakaian takwa. Dan pakaian takwa itulah yang terbaik"

  4. 5 out of 5

    Autumn Leaf

    Cadas! Garang! Sangar! Tapi juga lembut dan berwibawa. Rasanya menggambarkan teknik penulisan Ustadz yang satu ini benar-benar nano-nano. Hati ini serasa diaduk. Endorse dari almarhum Bu Yayah Yusro yang mengatakan "Baca ini agar kamu tahu apa yang Allah mau," ada benarnya. Salim A. Fillah dengan cerdas dan cadas menjabarkan setumpuk kualitas yang harus (dan seharusnya) dimiliki insan dengan identitas "Muslim". Rentang pembahasannya luas. Tak cuma dari Al-Qur'an, hadis, dan juga sejarah Islam. Da Cadas! Garang! Sangar! Tapi juga lembut dan berwibawa. Rasanya menggambarkan teknik penulisan Ustadz yang satu ini benar-benar nano-nano. Hati ini serasa diaduk. Endorse dari almarhum Bu Yayah Yusro yang mengatakan "Baca ini agar kamu tahu apa yang Allah mau," ada benarnya. Salim A. Fillah dengan cerdas dan cadas menjabarkan setumpuk kualitas yang harus (dan seharusnya) dimiliki insan dengan identitas "Muslim". Rentang pembahasannya luas. Tak cuma dari Al-Qur'an, hadis, dan juga sejarah Islam. Dari film-film barat bikinan orang nonmuslim pun Salim A. Fillah bisa menarik nilai dan meramunya menjadi ibrah dan bahan perenungan. (wait, bersambung)

  5. 5 out of 5

    Suzan Oktaria

    “Yang berlalu biarlah berlalu,” sering kita mendengar perkataan yang seperti ini. Masa lalu begitu tak diperhitungkan. Padahal masa lalu refleksi bayangan semu masa depan, dengan kata lain masa lalu merupakan pelajaran agar masa depana lebih bai dari masa lalu. Di masa lalu pulalah Islam mencapai masa kejayaan. Tapi, kejayaan yang dibangga-banggakan itu kian meredup. Umat Islam jauh tertinggal. Terutama di bidang ilmu pengetahuan, yang dahulunya umat Islam merajai. Redupnya spirit umat Islam dise “Yang berlalu biarlah berlalu,” sering kita mendengar perkataan yang seperti ini. Masa lalu begitu tak diperhitungkan. Padahal masa lalu refleksi bayangan semu masa depan, dengan kata lain masa lalu merupakan pelajaran agar masa depana lebih bai dari masa lalu. Di masa lalu pulalah Islam mencapai masa kejayaan. Tapi, kejayaan yang dibangga-banggakan itu kian meredup. Umat Islam jauh tertinggal. Terutama di bidang ilmu pengetahuan, yang dahulunya umat Islam merajai. Redupnya spirit umat Islam disebabkan kesibukan perang saudara yang terus melanda, sungguh sangat naif. Sebagaimana yang termaktub dalam Al-qur’an yang intinya: umat muslim merupakan umat yang terbaik. Namun, realitanya bertolak belakang. Eksistensi kaum muslim tercoreng. Julukan “teroris” terpatri pada muslimah yang berjilbab dan kaum Adam yang berjenggot. Barat terus melancarkan ekspansinya ke negara timur tengah. Kaum muslim mulai terpukul mundur. Bahkan kecaman demi kecaman dari dunia internasional mengalir deras. Memulihkan keadaan, mengembalikan paradigma masyarakat dunia terhadap Islam, merupakan salah satu cara untuk kembali merangkai kejayaan di masa silam. Di mulai dari rekonstruksi kepribadian, membuka kembali lembaran sejarah dan mempelajarinya. Buku ini memberikan wejangan-wejangan bernas pada pembaca. Memaparkan problem riskan agar menjadi catatan kecil bagi setiap muslim. Buku ini dibagi menjadi enam bagian, Mengupas habis seputar kehidupan seorang muslim. Pada bagian pertama “Kain-kain rombengan” membahas sekelumit polemik edukasi di zaman Rasulullah patut untuk direnungkan. Relevansinya pada nama-nama seperti Firaun dan budak-budaknya (hal: 39). Dijelaskan juga secara gamblang aqidah umat manusia sebelum datangnya Islam. Tidak itu saja, buku setebal 392 halaman ini pada bagian kedua menjelaskan muslim dalam kehidupan. Bagaimana muslim dalam kebersamaan (89). Meneladani nabi Muhammad SAW adalah ciri seorang muslim. Karena Rasulullah teladan dan rahmatan lil a’laminn.

  6. 5 out of 5

    Zahwa az-Zahra

    Awalnya saya tak mengetahui apa yang ingin dibahas Salim A. Fillah dalam buku ini. Motivasi awal saat itu adalah "Saya perlu membaca buku Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim", berhubung saya suka gaya menulis SAF dalam buku JCPP dan DDU. Sampai pertengahan buku ini masih juga bingung. Loh, kok jadi bahas pernikahan sih? Tapi ketika membaca halaman2 berikutnya, aha! Saya mengerti alurnya. Maka, epilog dalam buku ini membuat saya senyum2 sendiri. Tak pelak, yang jeli bisa menyeksama bahwa buku ini te Awalnya saya tak mengetahui apa yang ingin dibahas Salim A. Fillah dalam buku ini. Motivasi awal saat itu adalah "Saya perlu membaca buku Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim", berhubung saya suka gaya menulis SAF dalam buku JCPP dan DDU. Sampai pertengahan buku ini masih juga bingung. Loh, kok jadi bahas pernikahan sih? Tapi ketika membaca halaman2 berikutnya, aha! Saya mengerti alurnya. Maka, epilog dalam buku ini membuat saya senyum2 sendiri. Tak pelak, yang jeli bisa menyeksama bahwa buku ini telah meminjam konsep Ustadz Hasan Al Banna untuk merencanakan sebuah perubahan dunia. Konsep yang dikenal dengan maraatibul 'amal. -hal. 394 Suka sekali dengan buku ini. Satu buku membahas banyak hal. Mulai dari bagaimana kalimat syahadat bukan hanya sekadar kalimat yang diucapkan untuk mengubah status seseorang menjadi muslim, tetapi juga bagaimana amalan2 yang dilakukannya sebagai muslim dalam kehidupannya. Dan semakin meletup2 semangat ini ketika membaca bab2 terakhir. Ah, bahkan saya lebih banyak mengangguk2kan kepala karena merasa begitu banyak hal yang pas dengan apa yang terjadi saat ini. Sungguh, kehidupan Rasulullah saw adalah sebaik-baik teladan. Meski begitu, bisa dibilang buku ini agak berat (terutama di bab2 terakhir) untuk dibaca oleh mereka yang baru mempelajari Islam. Dan buku ini sangat menunjukkan jati diri sang penulis. Hoho... Never mind lah! ^_^

  7. 5 out of 5

    Imma imyut

    Ditulis dengan cerdas, memikat, dan make sense alias dengan logika yang mudah diterima. Baca buku ini, kita jadi tambah pengetahuan,,, juga tambah kuat iman, InsyaAllah,,,

  8. 4 out of 5

    Anggraini

    Buku yang ringan namun "berisi" Padahal yg dibahas termasuk dlm kategori hal yg cukup "berat", namun karena bahasa penulisan yang indah dan sangat mudah dipahami...bab demi bab mengalir dengan lancar. Semua Pembahasan yg terpapar bab demi babnya dirangkai dengan sangat apik dan menyentuh jiwa serta mampu kembali membangkitkan gairah bagi siapa saja yang membaca buku karya Salim.A.Fillah ini, untuk semakin semangat mencintai islam. Dan pada akhirnya memberikan semangat baru, rasa PeDe yang berlipat Buku yang ringan namun "berisi" Padahal yg dibahas termasuk dlm kategori hal yg cukup "berat", namun karena bahasa penulisan yang indah dan sangat mudah dipahami...bab demi bab mengalir dengan lancar. Semua Pembahasan yg terpapar bab demi babnya dirangkai dengan sangat apik dan menyentuh jiwa serta mampu kembali membangkitkan gairah bagi siapa saja yang membaca buku karya Salim.A.Fillah ini, untuk semakin semangat mencintai islam. Dan pada akhirnya memberikan semangat baru, rasa PeDe yang berlipat ganda untuk maju dan mencetak prestasi gemilang, sambil terus menerus tanpa pernah berhenti memperbaiki diri untuk lebih dan lebih lagi mencintai dan mendekatiNya (kelak!). Dngan penuh kebanggaan dan rasa Syukur, katakanlah "Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim"... "KARENA KITA MUSLIM, KITA BISA MERAIH PRESTASI APA SAJA"

  9. 4 out of 5

    mirna sm

    Ketika ia sudah berikrar "Kami beriman kepada Allah" itu berarti ia telah siap menyatakan bahwa ia siap menerima ujian untuk melengkapi syarat kelulusan sebagai seorang mukmin. "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja setelah mereka mengatakan "kami beriman", padahal mereka belum diuji. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum kamu maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang dusta." (Al-Ankabut 2-3). Itu salah satu pesan Ketika ia sudah berikrar "Kami beriman kepada Allah" itu berarti ia telah siap menyatakan bahwa ia siap menerima ujian untuk melengkapi syarat kelulusan sebagai seorang mukmin. "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja setelah mereka mengatakan "kami beriman", padahal mereka belum diuji. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum kamu maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang dusta." (Al-Ankabut 2-3). Itu salah satu pesan dari sekian banyak pesan yang saya dapat dari buku ini. Buku ini juga seperti buku pintar-nya seorang muslim, banyak pengetahuan yang bisa didapat dari sini. Terakhir, i can say it out loud that i am very grateful to be a muslim :).

  10. 4 out of 5

    Swety Retna

    membaca buku-buku karya Salim A Fillah serasa membaca puluhan buku dalam satu waktu :) kekuatan Salim A fillah adalah kecerdikannya dalam menghubungkan setiap buku yang pernah ia pelajari dengan Al-Qur'an dan Al Hadits.. salut padanya :) dan ternyata, untuk menambah ilmu agama bukan berarti melulu baca buku agama, ibrah dari berbagai macam buku, meskipun itu novel percintaan tanpa bumbu agama pun bisa jadi ladang ilmu :) subhanallah... ini aku dapat dari buku-buku Salim A Fillah.... Belajar dari buk membaca buku-buku karya Salim A Fillah serasa membaca puluhan buku dalam satu waktu :) kekuatan Salim A fillah adalah kecerdikannya dalam menghubungkan setiap buku yang pernah ia pelajari dengan Al-Qur'an dan Al Hadits.. salut padanya :) dan ternyata, untuk menambah ilmu agama bukan berarti melulu baca buku agama, ibrah dari berbagai macam buku, meskipun itu novel percintaan tanpa bumbu agama pun bisa jadi ladang ilmu :) subhanallah... ini aku dapat dari buku-buku Salim A Fillah.... Belajar dari buku-buku adalah cara tepat meningkatkan pengetahuan dan menjaga keistiqomahan :D semangat membaca lebih banyak buku!

  11. 5 out of 5

    Gama Ramadhan

    Tak banyak yang bisa kubagikan, anda haruslah membacanya sendiri. Dari buku ini Salim A. Fillah merangkum mengenai muslim dan hidupnya. Dari titik mula, diri sendiri, kita diajak untuk menyelam dalam keislaman yang menyeluruh, betransformasi menjadi pribadi muslim yang unggul. Tak cukup hanya diri sendiri, pembentukkan keluarga islami adalah basis pertama tercapainya masyarakat madani. Tak berhenti sampai sana, kerja-kerja besar seorang muslim akan bergerak ke masyarakat hingga tatanan negara. D Tak banyak yang bisa kubagikan, anda haruslah membacanya sendiri. Dari buku ini Salim A. Fillah merangkum mengenai muslim dan hidupnya. Dari titik mula, diri sendiri, kita diajak untuk menyelam dalam keislaman yang menyeluruh, betransformasi menjadi pribadi muslim yang unggul. Tak cukup hanya diri sendiri, pembentukkan keluarga islami adalah basis pertama tercapainya masyarakat madani. Tak berhenti sampai sana, kerja-kerja besar seorang muslim akan bergerak ke masyarakat hingga tatanan negara. Dari mimbar-mimbar di dalam masjid hingga di panggung negara, Islam hadir. Karena Islam adalah sistem yang menyeluruh. Must-read book for muslim. Give it 4 stars :'D

  12. 5 out of 5

    Gunawan

    Terkadang mengetahui belum tentu memahami. Begitupun menjadi seorang muslim, dari awal perkenalan dengan islam, ada banyak sekali yang belum kita pahami. Ya, begitulah ketika ia hanya sampai pada mengetahui. Dan buku ini mendaras semua dengan lincah untuk sampai pada tahapan memahami. Selamat bernostalgia..

  13. 5 out of 5

    Alaniyah Syafaren

    luaar biasa setiap buku yang dikeluarkan ust. Salim A Fillah memberikan pengetahuan bru yang tidak kita dapatkan di bangku pendidikan

  14. 4 out of 5

    Allegria Mila

    dari sampulnya kelihatan horor tapi pas dibaca itu bagus dan bikin ketagihan

  15. 4 out of 5

    Suwaibatul Annisa

    Dengan bahasa yang lembut dan indah , tersampaikan maksud mulia membuat kita sadar akan hebat nya Islam! Bermacam bentuk , merajut kekhasan tersendiri di dalamnya :)

  16. 4 out of 5

    Bekti Ruliyanti

    Ketika membaca ini saya masih SMA. Waktu itu masih belum terlalu paham. hhe.

  17. 4 out of 5

    Lathifah Salmaa

    I think, this book is super insightful. I learnt lots of things about Islam, history of Islam, some Asbabun Nuzul of several hadits/verse in Al-Qur'an. The content of this book is so dense, hence it cannot be finished overnight. Sometimes, we have to take some pause to give us some time to muse and reflect about ourselves, our fitrah, our iman, etc. Overall, this book is so recommended to read :) I think, this book is super insightful. I learnt lots of things about Islam, history of Islam, some Asbabun Nuzul of several hadits/verse in Al-Qur'an. The content of this book is so dense, hence it cannot be finished overnight. Sometimes, we have to take some pause to give us some time to muse and reflect about ourselves, our fitrah, our iman, etc. Overall, this book is so recommended to read :)

  18. 4 out of 5

    Hijaz Jamal

    Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim is a collection of insightful essays on what it means to be a muslim, with the notion of the stages of action (maratib al-'amal) being the thread that subtly ties the pieces together, offering a glimpse on the beauty of living with and under the comforting veil of Islam. An enlightening read that at times revives what was once a passionate belief in the reader's soul. Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim is a collection of insightful essays on what it means to be a muslim, with the notion of the stages of action (maratib al-'amal) being the thread that subtly ties the pieces together, offering a glimpse on the beauty of living with and under the comforting veil of Islam. An enlightening read that at times revives what was once a passionate belief in the reader's soul.

  19. 5 out of 5

    Ammar Turgay

    Hello ! I prepared a video that easily teaches reading the Quran in 1 hour. If you do not know how to read the Quran, you can easily learn by watching the video on YouTube by clicking the link below. If you know you can share it with those who do not know. I wish you will have healthy happy and peaceful life with Allah ... https://www.youtube.com/watch?v=VtJgo... Hello ! I prepared a video that easily teaches reading the Quran in 1 hour. If you do not know how to read the Quran, you can easily learn by watching the video on YouTube by clicking the link below. If you know you can share it with those who do not know. I wish you will have healthy happy and peaceful life with Allah ... https://www.youtube.com/watch?v=VtJgo...

  20. 4 out of 5

    Mega Puspita

    This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here. Menyadarkan kita, mengenai arti seorang muslim dan konsekuensinya. Juga mengurutkan mengenai proses membangun identitas seorang muslim dimulai dari membangun pribadi yang shalih, membangun keluarga islami, membentuk lingkungan yang baik, sampai memperbaiki pemerintahan dan akhirnya Islam mampu menjadi pemimpin peradaban dunia.

  21. 5 out of 5

    Luthfiah Inayah

    If you decide that this is finally the time to change to be a better Muslim, I recommend this book a lot. Start from how Islam is perfect and the only truth until the last page when you close the book and can finally say "Saksikan bahwa aku seorang Muslim!" with pride. If you decide that this is finally the time to change to be a better Muslim, I recommend this book a lot. Start from how Islam is perfect and the only truth until the last page when you close the book and can finally say "Saksikan bahwa aku seorang Muslim!" with pride.

  22. 5 out of 5

    Nabila Alifia

    Perjalanan meyakinkan ummat Muslim untuk bangga terhadap agamanya dan cocok banget buat merecharge iman yang futur. Bisa menambah pengetahuan Siroh juga karena itu emang ciri khas dari sang penulis membuktikan sesuatu melalui Siroh. Mantap.

  23. 4 out of 5

    Lulu Khodijah

    Katanya ini versi ringan sih tapi buat aku kok tetep berat ya. Hoho Suka sama bukunya, nambah pengetahuan banget. Gaya penulisannya tuh nyenengin, kayak cerita biasa gitu gak serius2 banget. Worth to read.

  24. 5 out of 5

    Khairunnisa Solihah

    Buku yg kubaca di 2012 asli ini buku pembuka hijrahku mengenal Islam lebih dekat

  25. 4 out of 5

    R.G. Widagdo

    Judul : 4/5 Sampul : 2/5 Pembuka : 3/5 Isi : 3/5 Bahasa : 4/5 Penutup : 3/5 Blurb : 2/5 Rekomendasi : 5/5 Total : 3/5

  26. 4 out of 5

    Muhammad Bahrudin

    Great book ever!

  27. 4 out of 5

    Arifin Widyatmoko

    the book that show u how become muslim u should be. He has elaborated with the simple language that u can easy to read it.

  28. 5 out of 5

    Hafiz

    This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here. Saksikan bahwa aku seorang muslim

  29. 4 out of 5

    Hanazawalisa

    nah, lagi-lagi meresensi bukunya Salim A. Fillah. Memang tulisan-tulisan akhina yang satu ini sangat menginspirasi. Bisa dibilang, beliau adalah penulis berkarakter yang dengan gemilang berhasil mewariskan karakter tersebut pada tulisan-tulisannya. lihat saja bagaimana cara beliau 'berkesah' tentang kehidupan para sahabat sedemikian rupanya membuat kita, para pembaca, serasa berada dimasa dan tempat yang sama dengan para legendaris itu. Dikesempatan ini, ingin rasanya mengupas tentang 'AMBAK'-me nah, lagi-lagi meresensi bukunya Salim A. Fillah. Memang tulisan-tulisan akhina yang satu ini sangat menginspirasi. Bisa dibilang, beliau adalah penulis berkarakter yang dengan gemilang berhasil mewariskan karakter tersebut pada tulisan-tulisannya. lihat saja bagaimana cara beliau 'berkesah' tentang kehidupan para sahabat sedemikian rupanya membuat kita, para pembaca, serasa berada dimasa dan tempat yang sama dengan para legendaris itu. Dikesempatan ini, ingin rasanya mengupas tentang 'AMBAK'-meminjam istilahnya penulis paporid saya, Pak Hernowo-'Apa Manfaatnya Bagiku' yang mana sedemikian hingga rupanya si 'ambak' inilah yang harus kita munculkan setiap kali kita mulai membaca, sehingga waktu kita tidak terbuang membaca yang gak bermanfaat, serta dan juga pabila akhirnya si 'ambak' ini akan membantu 'mempertahankan' minat baca kita terhadap sebuah buku. Oke..oke..cukup pengantarnya. Intinya, 'ambak'-ato bahasa saya-'indikator' keberhasilan seorang pembaca dalam memahami buku ini adalah: Pertama, merasa geli sendiri dan tersentak, karena dibab pertama inilah ada pengalaman seperti bercermin dan melihat sekelebat bayangan diri- ya Allah, ternyata parah, dan terkadang kita tidak menyadari 'keparahan' iman kita, dan bisa atau tidaknya kita melihat 'keparahan' itu lebih parah lagi, karena seringkali kita tidak mengakuinya.di Bab pertama inilah satu persatu jenis kejahiliyahan dibahas, Fir'aun, Abu Lahab, Napoleon, 'Amr Ibn Luhay, dan beberapa model lainnya seperti berjalan linggak lingguk diatas catwalk peradaban. Hmm..adakah kita menyerupai karakternya? Na'udzubillahi min dzalik. waspadalah..waspadalah.. Kedua, ada perasaan sakit. karena perpisahan. Tak bisa kita pungkiri, sebagian besar kejahiliyahan itu nikmat, maka berpisah dengannya akan membuat kita sakit. Karena disitu mungkin ada cinta, ada saudara, ada sahabat, ada keluarga, ada harta. Disinilah kita belajar untuk mengerti, bahwa niscaya, setelah perpisahan itu akan ada cahaya, setelah kesusahan itu pasti ada kemudahan. disinilah kita belajar. ketiga, menangis. Karena mengasihani diri sendiri disebabkan miskin iman. Miskin iman mustahil melahirkan cinta. Maka setelah membaca bagian yang ini, mintalah rindu pada Allah, karena kita jarang bahkan tidak pernah merasakannya. setidaknya tidak sesering kita merindukan manusia. Keempat, berpikir. tentang kematangan. Hmm..bagian ini agak sensitif. Menikah. maka setelah membaca bab ini, sudah bisa ditebak. efeknya adalah.. eng..ing..eng.. Insya Allah setelah membaca bab ini kita akan berpikir untuk menikah. *Kok jadi agak lebay reaksinya ya?* hmm..mari bersiap-siap. Kelima, Semangat. Setelah memaknakan cinta di bab sebelumnya, maka di bab ini kita akan belajar mengejawantahkannya ke alam nyata. Terakhir, Perasaan campur aduk. disana ada tangis taubat,ada gelora, ada semangat, ada cinta, dan ada azzam. Dan itulah beberapa hal yang bisa kita dapatkan dengan membaca buku ini. Jangan heran jika ternyata beberapa efek diatas tidak muncul, bisa jadi itu karena kurang pahamnya kita, atopun mungkin karna emang blom selese baca. However, akan ada banyak lagi pengalaman dan manfaat yang bisa diambil. Berdasarkan pengalaman saya, menyelami buku ini seperti menjelajah ke beberapa masa. Oke, selamat berpetualang.

  30. 4 out of 5

    Kurnia

    4,7 stars. Banyak sekali kutipan yang saya tandai. Saking banyaknya sampai bingung harus ditulis yang mana. Walau tidak senyastra (menurut saya pribadi) daripada Jalan Cinta Para Pejuang, tetapi buku ini adalah paket lengkap. Di sini kita kembali disadarkan akan peran sebenar-benarnya seorang Muslim. Diajak bermuhasabah dan bahkan disindir dengan kata-kata indah. Di bab pertama kita akan diajak mengulas balik si Abu Jahl, sang musuh islam, lalu mulailah perjalanan menekuri kain-kain itu. Dari bab 4,7 stars. Banyak sekali kutipan yang saya tandai. Saking banyaknya sampai bingung harus ditulis yang mana. Walau tidak senyastra (menurut saya pribadi) daripada Jalan Cinta Para Pejuang, tetapi buku ini adalah paket lengkap. Di sini kita kembali disadarkan akan peran sebenar-benarnya seorang Muslim. Diajak bermuhasabah dan bahkan disindir dengan kata-kata indah. Di bab pertama kita akan diajak mengulas balik si Abu Jahl, sang musuh islam, lalu mulailah perjalanan menekuri kain-kain itu. Dari bab pertama hingga pertengahan, kita masih dibuai dengan cerita-cerita sejarah dengan beberapa ibrah yang seharusnya bisa diaplikasikan di zaman sekarang. Kita diajak bertafakur bahwa dari sejarah kita bisa belajar banyak. Kemudian di bab pertengahan, mulailah kita diajak untuk berpikir dalam situasi sekarang, menghadapi masa depan, walau tetap menghadirkan cerita masa lampau sebagai pelajaran yang diabadikan lewat Al Quran, As Sunnah dan kitab-kitab sarat ilmu dari sang guru-guru besar. Di bagian akhir, seperti disuguhi berbagai metode dan tips-tips yang bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari sebagai sebenar-benarnya Muslim. Paket lengkap ini, seperti konsep dalam buku ini yang terekam dalam epilognya. "Alur yang dirasakan buku ini adalah dari pemusnahan kain-kain rombeng, lalu setingkat demi setingkat menghadirkan sebuah pakaian baru. Dia disusun dari benang-benang yang dipintal, yang tahan uji, ditenun dalam jalinan cinta suci, dijahit pola-polanya, hingga dikenakan padanya tiara iman. Ini pakaian taqwa. Dan pakaian taqwa itulah yang terbaik." (halaman 434) Barangkali kutipan di atas sudah mewakili banyaknya kutipan yang saya tandai. Ada lagi poin penting yang saya sukai ketika membaca karya ust. Salim, beliau selalu me-review banyak karya sastra luar negeri yang membuat saya juga ingin membacanya, seperti karya Leo Tolstoy yang sangat melegenda. Tak hanya karya sastra, beberapa film-film yang bernilai ilmu dan sejarah juga sering diulas, membuat saya akhirnya download juga. Jazakallahu khair untuk Ustadz Salim untuk poin pendukungnya. Hehehe :D Itu dulu (padahal udah panjang ngets). Semoga review ini walau sangat tidak lengkap, bisa mewakili apa yang saya tangkap setelah membaca SBASM, dan memberikan kebarakahan untuk saya pribadi, penulis dan semua pembaca. Aamiin.

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.