counter create hit Quarter Life Crisis - Download Free eBook
Hot Best Seller

Quarter Life Crisis

Availability: Ready to download

Cemas dan bingung dengan masa depan? Bingung memilih karier? Milih pasangan yang cocok? Idealis atau realita? Habis lulus mau ngapain?


Compare

Cemas dan bingung dengan masa depan? Bingung memilih karier? Milih pasangan yang cocok? Idealis atau realita? Habis lulus mau ngapain?

30 review for Quarter Life Crisis

  1. 5 out of 5

    tianiita

    Terlalu singkat untuk sebuah Quarter-Life Crisis Saya baca buku ini karena tertarik dari rekomendasi admin twitter Gramedia Digital. Saya baca dari platform itu via subskripsi premium. Cover menarik. Judul sangat menggambarkan apa yang sering saya alami. Jadi berpikir akan dapat informasi yang lebih ternyata tidak. Zonk. Buku ini saya sarankan jika dibaca anak remaja tanggung. Jika sudah 20 keatas nyaris menginjak seperempat abad seperti saya, hanya seperti membaca brosur. Sangat sedikit informas Terlalu singkat untuk sebuah Quarter-Life Crisis Saya baca buku ini karena tertarik dari rekomendasi admin twitter Gramedia Digital. Saya baca dari platform itu via subskripsi premium. Cover menarik. Judul sangat menggambarkan apa yang sering saya alami. Jadi berpikir akan dapat informasi yang lebih ternyata tidak. Zonk. Buku ini saya sarankan jika dibaca anak remaja tanggung. Jika sudah 20 keatas nyaris menginjak seperempat abad seperti saya, hanya seperti membaca brosur. Sangat sedikit informasi dan terlalu banyak ilustrasi. Kecewa karena sempat berekspektasi lebih sama buku ini. Tapi paling tidak saya tidak membelinya, jadi mendingan lah ya. Rating 2/5 karena ilustrasi & quotesnya ciamik, sih.

  2. 5 out of 5

    Nureesh Vhalega

    Aku suka gambarnya, sementara isinya sendiri bukan sesuatu yang baru. Jahatnya sih, aku nggak merasakan adanya improvement setelah baca ini. Ibarat ngisi air ke dalam ember yang bocor wkwkwk

  3. 5 out of 5

    Autmn Reader

    Baca di Gramedia Digital Yup, beres dalam sekali duduk karena bukunya emang sesingkat itu. Apa ada penemuan baru? Gak juga, cuman karena lebih runut jadi aku nemuin bahwa aku lagi di fase ketiga; seperation. Sayangnya aku gak bisa isi kolom-kolomnya karena bacanya di Gramdig. Tapu lumayanlah, heuehu

  4. 5 out of 5

    ratu

    iseng buka gramdig dan cari bacaan yang ringan, ketemulah buku ini. first of all, ilustrasinya lucu! kedua, mungkin buku ini lebi cocok dikasi judul 'introduction to quarter life crisis' ya, karena kontennya berupa permukaan luar tentang quarter life crisis saja. kurang informatif. tapi lumayan buat jadi bahan reminder. poin yang paling aku inget dan nempel di hati dr buku ini adalah bahwa segala sesuatu dalam hidup terjadi berdasarkan our time, our clock. org lain gaberhak buat ngeburu buru our iseng buka gramdig dan cari bacaan yang ringan, ketemulah buku ini. first of all, ilustrasinya lucu! kedua, mungkin buku ini lebi cocok dikasi judul 'introduction to quarter life crisis' ya, karena kontennya berupa permukaan luar tentang quarter life crisis saja. kurang informatif. tapi lumayan buat jadi bahan reminder. poin yang paling aku inget dan nempel di hati dr buku ini adalah bahwa segala sesuatu dalam hidup terjadi berdasarkan our time, our clock. org lain gaberhak buat ngeburu buru our timeline 3/5

  5. 5 out of 5

    Viona Christina

    Lumayan buat ngisi waktu luang, ngegali informasi tentang quarter-life crisis, ya walaupun yang dibahas hanya permukaannya saja, ga sampe dalem banget. Good job untuk ilustrasi dan pemilihan warna kuningnya yang mentereng haha

  6. 5 out of 5

    Nadhira Dwi Sabrina

    Buku pertama yang berhasil aku selesaikan di tahun 2021 dalam sekali duduk. Ya, dengan ketebalannya yang hanya 100-an halaman, buku ini bisa dilahap dalam "sekali tatap". Quarter-Life Crisis, sebuah buku pengembangan diri yang memaparkan definisi, ciri-ciri, fase, masalah yang kerap dialami, dan solusi untuk menghadapi krisis seperempat abad. Biasanya di usia 25, orang-orang dewasa muda akan dihadapkan dengan kerasnya realita yang menuntut mereka untuk dewasa sepenuhnya. Memenuhi seluruh aspek ke Buku pertama yang berhasil aku selesaikan di tahun 2021 dalam sekali duduk. Ya, dengan ketebalannya yang hanya 100-an halaman, buku ini bisa dilahap dalam "sekali tatap". Quarter-Life Crisis, sebuah buku pengembangan diri yang memaparkan definisi, ciri-ciri, fase, masalah yang kerap dialami, dan solusi untuk menghadapi krisis seperempat abad. Biasanya di usia 25, orang-orang dewasa muda akan dihadapkan dengan kerasnya realita yang menuntut mereka untuk dewasa sepenuhnya. Memenuhi seluruh aspek kehidupan orang dewasa, seperti kemandirian finansial, memiliki pekerjaan tetap, posisi karir tinggi, hingga menikah dan memiliki anak. Semuanya menjadi beban ketika masyarakat menyamaratakan kesuksesan seseorang harus ada pada usia 25 dan dalam bentuk materi. Buku ini sudah cukup baik memaparkan beberapa poin penting seputar Quarter-Life Crisis yang aku sebutkan di atas, berikut dengan grafis gambar yang menarik serta beberapa kata mutiara dari tokoh ternama. Sayangnya, buku ini hanya memberikan kulit luarnya saja, tidak dijelaskan lebih detail, dan sebagian besar pencarian solusi diembankan kepada pembaca. Pembaca dituntun untuk mencari jalan keluarnya sendiri, padahal salah satu tujuan membaca buku pengembangan diri adalah untuk mencari solusi masalah hidup yang sedang dihadapi. Tema yang diangkat cukup berat dan akrab di lingkungan sekitar, sayang, eksekusinya hanya sedikit memberikan dampak bagi aku sebagai pembaca. After all, terima kasih untuk penulis atas bukunya. Semangat terus dalam berkarya! 📚❤️

  7. 4 out of 5

    Syifa Hana

    isinya dasar kataku, memang tidak berekspektasi bisa dapat pembahasan mendalam yang 'berarti' dari buku seratus halaman ini. tapi suka sekali dengan ilustrasinya! isinya dasar kataku, memang tidak berekspektasi bisa dapat pembahasan mendalam yang 'berarti' dari buku seratus halaman ini. tapi suka sekali dengan ilustrasinya!

  8. 4 out of 5

    Iyas Utomo

    Seperti yang saya kira sebelum membaca buku ini, bahwa buku ini mungkin akan sama dengan buku-buku psikologi populer lainnya, dan ternyata~~~ iyadong. Sempet tertarik lihat covernya, awalnya mikir kalau buku ini akan lebih "friendly" untuk orang awam atau pun orang yang sudah tau apa itu QLC, nyatanya untuk pendekatannya masih terkesan sedikit menggurui jadi tujuan awal penulis untuk menggapai si pembaca masih kurang terasa. Tapi, jika kalian suka membaca textbook dan ingin tau apa itu QLC, buku i Seperti yang saya kira sebelum membaca buku ini, bahwa buku ini mungkin akan sama dengan buku-buku psikologi populer lainnya, dan ternyata~~~ iyadong. Sempet tertarik lihat covernya, awalnya mikir kalau buku ini akan lebih "friendly" untuk orang awam atau pun orang yang sudah tau apa itu QLC, nyatanya untuk pendekatannya masih terkesan sedikit menggurui jadi tujuan awal penulis untuk menggapai si pembaca masih kurang terasa. Tapi, jika kalian suka membaca textbook dan ingin tau apa itu QLC, buku ini cukup bisa direkomendasikan sebagai pengantar.

  9. 5 out of 5

    Shanya Putri

    2.5 🌟 Menurutku, ilustrasinya sih oke. Bagian eksplorasi diri yang bisa diisi sendiri juga lumayan seru (walau aku nggak bisa isi karena baca di Gramedia digital). Tapi, bagian isinya seperti ada yang kurang, karena mungkin terlalu umum(?). Kebanyakan informasinya udah sering banget aku baca di media sosial. Apalagi sekarang bisa nyari di google langsung. Aftertaste-nya ituu yang kurang. Gak berasa nambah informasi baru setelah baca. "Udah? Gitu aja?" Well, sepertinya buku ini lebih cocok untuk ya 2.5 🌟 Menurutku, ilustrasinya sih oke. Bagian eksplorasi diri yang bisa diisi sendiri juga lumayan seru (walau aku nggak bisa isi karena baca di Gramedia digital). Tapi, bagian isinya seperti ada yang kurang, karena mungkin terlalu umum(?). Kebanyakan informasinya udah sering banget aku baca di media sosial. Apalagi sekarang bisa nyari di google langsung. Aftertaste-nya ituu yang kurang. Gak berasa nambah informasi baru setelah baca. "Udah? Gitu aja?" Well, sepertinya buku ini lebih cocok untuk yang belum pernah cari tau tentang quarter-life crisis. Still–semangat berkarya!

  10. 4 out of 5

    Muhammad Edwin

    "Everything in life happens according to our time, our clock. Don't let anyone rush you with their timelines." - Jay Shetty Temanya bagus dan memang yang saya rasakan sekarang. Tapi saya mau lebih dalam lagi. Ini terlalu singkat. But anyway, ilustrasi nya cantik. Terima kasih iPusnas atas pinjaman bukunya. "Everything in life happens according to our time, our clock. Don't let anyone rush you with their timelines." - Jay Shetty Temanya bagus dan memang yang saya rasakan sekarang. Tapi saya mau lebih dalam lagi. Ini terlalu singkat. But anyway, ilustrasi nya cantik. Terima kasih iPusnas atas pinjaman bukunya.

  11. 4 out of 5

    Nur Reti Jiwani

    Berapa usiamu sekarang? kalau sedang menuju usia seperempat abad-an, berarti kita samaan. Toss.. Buku ini asik banget dibacanya. Menjelaskan soal quarter life crisis atau krisis usia seperempat abad yang sebagian besar dirasakan oleh individu di usia 21 - 30 tahun. Penjelasannya asik juga lumayan menyeluruh. Mulai dari apa itu quarter life crisis, penyebabnya, apa yang biasanya terjadi dan how we should deal with that. Bukunya juga penuh ilustrasi yang super lucu! Jadi enggak seperti baca buku non Berapa usiamu sekarang? kalau sedang menuju usia seperempat abad-an, berarti kita samaan. Toss.. Buku ini asik banget dibacanya. Menjelaskan soal quarter life crisis atau krisis usia seperempat abad yang sebagian besar dirasakan oleh individu di usia 21 - 30 tahun. Penjelasannya asik juga lumayan menyeluruh. Mulai dari apa itu quarter life crisis, penyebabnya, apa yang biasanya terjadi dan how we should deal with that. Bukunya juga penuh ilustrasi yang super lucu! Jadi enggak seperti baca buku non-fiksi. Bukunya juga dilengkapi beberapa lembar kerja untuk semakin memahami diri dan aneka kekuatiran di usia seperempat abad ini. Well, kalau kamu mencari penjelasan komprehensif soal quarter life crisis, rasanya buku ini bukan jawaban bagus, but kalau kamu butuh sedikit motivasi dan dorongan karena lelahnya mulai menjadi manusia dewasa, buku ini bakalan asik banget untuk dibaca. Terakhir, kekuatiran dan perasaan hopeless atau ngerasa blank di usia seperempat abad ini normal kok, chills aja sambil tetap belajar dan cari tahu, what happened with us. It's just one process we need to finish. It's OK. Read this book with a cup of hot chocolate will be great advice for you, youngers!.

  12. 4 out of 5

    Nadya Putri

    Buku QUARTER-LIFE CRISIS ditulis oleh Gerhana Nurhayati Putri pada tahun 2019 dan diterbitkan oleh Penerbit PT Elex Media Komputindo dan imprintnya, YOI BOOKS. Buku ini bergenre non fiksi dan self improvement. Buku QUARTER-LIFE CRISIS ini terdiri dari 3 bagian yang setiap bagiannya terdapat 5 sampai 7 bab. Bagian I tentang APA ITU QUARTER -LIFE CRISIS? yang menjelaskan definisi Quarter-Life Crisis, Awal Mula Quarter-Life Crisis, ciri-ciri Quarter-Life Crisis, Fase Quarter-Life Crisis, Penyebab Q Buku QUARTER-LIFE CRISIS ditulis oleh Gerhana Nurhayati Putri pada tahun 2019 dan diterbitkan oleh Penerbit PT Elex Media Komputindo dan imprintnya, YOI BOOKS. Buku ini bergenre non fiksi dan self improvement. Buku QUARTER-LIFE CRISIS ini terdiri dari 3 bagian yang setiap bagiannya terdapat 5 sampai 7 bab. Bagian I tentang APA ITU QUARTER -LIFE CRISIS? yang menjelaskan definisi Quarter-Life Crisis, Awal Mula Quarter-Life Crisis, ciri-ciri Quarter-Life Crisis, Fase Quarter-Life Crisis, Penyebab Quarter-Life Crisis, Dampak Quarter-Life Crisis, dan You Are Not Alone ( contoh beberapa orang yang mengalami Quarter Life Crisis juga). Bagian II tentang BIG PROBLEM yang menjelaskan tentang Masalah Oh, Masalah, Pandangan Hidup, Kemandirian Finansial, Work Life, dan Love Life. Bagian III tentang SELF-HELP yang menjelaskan tentang Pencarian Jati Diri, Eksplorasi Diri, Tahap Pertama: Kenali Diri, Tahap Kedua: Antisipasi, Tahap Ketiga: Trial and Error, dan Tip-Tip. Buku ini menarik bagiku karena banyak ilustrasinya, penuh warna, diksinya bagus, desainnya bagus. Terdapat juga lembar untuk pembaca terlibat, seperti menuliskan tentang kelebihan dan kekurangan diri, mencari passion, membuat plan dan back up plan work life serta love life, dan ada evaluasinya juga. Anehnya sih mungkin ketika rujukannya ke halaman yang sedang dilakukan atau ke halaman selanjutnya, biasanya kan ke yang sudah lampau, contoh pada halaman 75 ada lembar untuk mengisi karakter diri, dan sebenarnya berkaitan dengan lembar tentang kelebihan dan kekurangan diri, tapi kalimatnya "lihat di halaman 74-75)" padahal lembar kelebihan dan kekurangan diri ada di halaman 62-63. Juga pada halaman 84 ada lembar love life error #1 tentang mantan dan disuruh melihat kriteria pasangan yang dibutuhkan di halaman 88, padahal halaman 88 itu kata mutiara dan kriteria pasangan itu ada di halaman 76. Ada beberapa kalimat yang menarik, di antaranya: - "Each new chapter of our lives requests an OLD PART of us TO FALL and a NEW PART of us TO RISE." -Jenna Galbut- (dalam Putri, G., 2019, hal. 24-25) - "Everything in life happens according to OUR TIME, OUR CLOCK. Don't let anyone rush you with THEIR TIMELINES." -Jay Shetty- (dalam Putri, G., 2019, hal. 26-27) - Anxiety's like A ROCKING CHAIR. It gives you something to do, BUT it doesn't get you VERY FAR." - Jodi Picoult - (dalam Putri, G., 2019, hal. 52-53) Buku ini kurekomendasikan untuk teman-teman yang sedang berada di usia 20-29 tahun.

  13. 4 out of 5

    Muhammad Syafi'ul Umam

    Buku tipis penuh ilustrasi. Tidak butuh banyak waktu untuk menyelesaikan buku ini. Bahkan kalau mau, bisa sekali duduk tamat baca buku ini. Memang buku ini cocok untuk panduan bagi mereka yang berusia 20 an tahun. Namun untuk usia selain itu bisa mendapatkan pengetahuan tentang adanya masalah quarter life crisis. Selain menyajikan penjelasan apa itu quarter life crisis, penulis juga membagikan tip-tip untuk mengatasi segala permasalahan yang dihadapi saat quarter life crisis. Termasuk juga ada beb Buku tipis penuh ilustrasi. Tidak butuh banyak waktu untuk menyelesaikan buku ini. Bahkan kalau mau, bisa sekali duduk tamat baca buku ini. Memang buku ini cocok untuk panduan bagi mereka yang berusia 20 an tahun. Namun untuk usia selain itu bisa mendapatkan pengetahuan tentang adanya masalah quarter life crisis. Selain menyajikan penjelasan apa itu quarter life crisis, penulis juga membagikan tip-tip untuk mengatasi segala permasalahan yang dihadapi saat quarter life crisis. Termasuk juga ada beberapa halaman berupa isian untuk pembaca bisa menuliskan apa yang perlu ditulis. Aku masih relevan baca buku ini karena memang masa-masaku saat ini bisa dikatergorikan berpotensi quarter life crisis. Semoga kedepannya semakin menjadi pribadi yang lebih baik.

  14. 5 out of 5

    Sarah

    Buku ini judulnya sangat menarik, I mean relatable banget kayanya. Bukunya tipis, sudah tipis isinya juga banyak ilustrasi dan gambar - gambar ria, semakin mengurangi tulisannya. Di awal ada profil ahli, ternyata bukan penulisnya. Untuk "isi" bukunya sendiri.. entah ya, abis baca buku ini kaya langsung lupa barusan baca apa sih, bukan brarti ga ada isi, cuma yg disampaikan kebanyakan hal-hal yang memang sudah diketahui, kaya definisi quater life crisis itu apa, dsb, selain itu penjelasannya juga Buku ini judulnya sangat menarik, I mean relatable banget kayanya. Bukunya tipis, sudah tipis isinya juga banyak ilustrasi dan gambar - gambar ria, semakin mengurangi tulisannya. Di awal ada profil ahli, ternyata bukan penulisnya. Untuk "isi" bukunya sendiri.. entah ya, abis baca buku ini kaya langsung lupa barusan baca apa sih, bukan brarti ga ada isi, cuma yg disampaikan kebanyakan hal-hal yang memang sudah diketahui, kaya definisi quater life crisis itu apa, dsb, selain itu penjelasannya juga hanya sebatas permukaan, cuma beberapa paragraf doang. Hal yang paling positif, buku ini lumayan ngajak mikir dan membimbing untuk mikir kemana, walaupun again, "hanya sebatas permukaan" aja. Anyway I think this book is pretty good but not necessary

  15. 4 out of 5

    aira alfahis

    “Each new chapter of our lives requests an old part of us to fall, and a new part of us to rise” —Jenna Galbut. Buku ini bagus. Hanya saja terlalu singkat dan mendasar. Sejujurnya berharap kalau yang dibahas bisa lebih mendalami lagi. Oh ya, mungkin juga karena aku nggak sedang mengalami ini, lebih tepatnya dulu sempat pernah, jadinya ada banyak hal di buku ini yang sebenarnya sudah ku lakukan. Tapi, membaca buku ini bikin aku teringat adeku yang lagi bingung menentukan jurusan kuliah. Buku ini cu “Each new chapter of our lives requests an old part of us to fall, and a new part of us to rise” —Jenna Galbut. Buku ini bagus. Hanya saja terlalu singkat dan mendasar. Sejujurnya berharap kalau yang dibahas bisa lebih mendalami lagi. Oh ya, mungkin juga karena aku nggak sedang mengalami ini, lebih tepatnya dulu sempat pernah, jadinya ada banyak hal di buku ini yang sebenarnya sudah ku lakukan. Tapi, membaca buku ini bikin aku teringat adeku yang lagi bingung menentukan jurusan kuliah. Buku ini cukup bermanfaat karena kayaknya aku bakal ngajak ade untuk coba mengisi kuis yang ada di buku ini untuk nyari tau soal passion ^__^

  16. 4 out of 5

    Haniva Az Zahra

    Saya membaca buku ini di Gramedia Digital. Dalam rangka mencari ide untuk membawakan materi di sebuah acara tentang Quarter Life Crisis. Sebuah buku aktivitas yang rasanya cukup mampu mengenalkan awam khususnya remaja yang banyak bertanya-tanya tentang hidup. Perlu kerajinan dan motivasi memang untuk ikut terlibat mengisi aktivitas yang ada di dalamnya. Sedikit sayang saja menurut saya, meski buku ini menuliskan sumber, namun tidak langsung dikutip di dalam penjelasannya. Bagi saya, buku ini kur Saya membaca buku ini di Gramedia Digital. Dalam rangka mencari ide untuk membawakan materi di sebuah acara tentang Quarter Life Crisis. Sebuah buku aktivitas yang rasanya cukup mampu mengenalkan awam khususnya remaja yang banyak bertanya-tanya tentang hidup. Perlu kerajinan dan motivasi memang untuk ikut terlibat mengisi aktivitas yang ada di dalamnya. Sedikit sayang saja menurut saya, meski buku ini menuliskan sumber, namun tidak langsung dikutip di dalam penjelasannya. Bagi saya, buku ini kurang dalam membahas, namun tak apa, cukup menyenangkan membaca buku ini. Cukup membuat saya menemukan ide.

  17. 4 out of 5

    Ika Merdekawati

    "Everything in life happens according to our time, our clock. Dont let anyone rush you with their timeless." -Jay Shetty Tidak semua, tapi kebanyakan di usia 20-an itu pasti menghadapi Quarter-Life Crisis. Tapi yang paling sering dirasakan saat QLC adalah Work Life and Love Life. Dua masalah terbesar setiap orang yang berusia seperempat abad ini. Dalam buku ini sebenarnya tidak memberikan solusi apa-apa. Hanya menggambarkan bagaimana QLC itu terjadi, bagaimana ciri-cirinya bahkan harus mengisi for "Everything in life happens according to our time, our clock. Dont let anyone rush you with their timeless." -Jay Shetty Tidak semua, tapi kebanyakan di usia 20-an itu pasti menghadapi Quarter-Life Crisis. Tapi yang paling sering dirasakan saat QLC adalah Work Life and Love Life. Dua masalah terbesar setiap orang yang berusia seperempat abad ini. Dalam buku ini sebenarnya tidak memberikan solusi apa-apa. Hanya menggambarkan bagaimana QLC itu terjadi, bagaimana ciri-cirinya bahkan harus mengisi form yang ada. Mungkin maksudnya, untuk merangsang hati dan pikiran kita untuk terbuka. Bukunya tipis, tapi sangat cukup memanjakan mata dengan ilustrasi dan quotes yang ada.

  18. 5 out of 5

    Lunar Angel

    Buku yg bisa dibaca dalam sekali duduk. Buku ini sebenarnya lumayan worth to read dan lumayan relate dengan kehidupan orang yg berumur 20-an yeah like me :) Yang kadang masih clueless dalam menentukan pilihan hidup yg dijalani ke depan. Baik itu dlm work life maupun love life. Sebenarnya buku ini menarik untuk di baca karna banyak sekali ilustrasi di dalamnya. Namun, menurut saya motivasi yg di berikan kurang membantu. Oh I'm gonna add one quote that found in this book : “ Don't let anyone rush yo Buku yg bisa dibaca dalam sekali duduk. Buku ini sebenarnya lumayan worth to read dan lumayan relate dengan kehidupan orang yg berumur 20-an yeah like me :) Yang kadang masih clueless dalam menentukan pilihan hidup yg dijalani ke depan. Baik itu dlm work life maupun love life. Sebenarnya buku ini menarik untuk di baca karna banyak sekali ilustrasi di dalamnya. Namun, menurut saya motivasi yg di berikan kurang membantu. Oh I'm gonna add one quote that found in this book : “ Don't let anyone rush you with their timelines ” - Jay Shetty

  19. 5 out of 5

    Dewi

    Sebetulnya tidak ada hal baru yang ditawarkan buku ini. Quarter Life Crisis tersusun dari 3 bagian : Apa itu Quarter Life Crisis, Big Problem dan Self Help. Yang agak membedakan adalah kemasan yang banyak ilustrasi semacam novel grafis; isinya sendiri bisa dibaca kurang dari 30 menit. Kesan saya terhadap beberapa buku yang menyasar milenial : singkat, banyak gambar dan banyak berisi jargon-jargon atau kata mutiara.

  20. 4 out of 5

    Dhik

    🌟 5/5 for the Illustrations Mungkin memang sedang hype sih buku berjenis seperti ini, semacam buku semi-jurnal yang bisa diisi sesuai apa yang dialami pembaca. Secara isi, yaa sangat umum, sangat sederhana, sudah terlalu sering mendengar pesan yang ada di dalam buku ini. Mungkin bisa dibilang, utas-utas di twitter dengan bahasan serupa terasa lebih berisi dan lebih memberikan banyak insight ketimbang buku ini. Just my opinion. Ku tidak ingin menjadi terlalu "harsh". 🌟 5/5 for the Illustrations Mungkin memang sedang hype sih buku berjenis seperti ini, semacam buku semi-jurnal yang bisa diisi sesuai apa yang dialami pembaca. Secara isi, yaa sangat umum, sangat sederhana, sudah terlalu sering mendengar pesan yang ada di dalam buku ini. Mungkin bisa dibilang, utas-utas di twitter dengan bahasan serupa terasa lebih berisi dan lebih memberikan banyak insight ketimbang buku ini. Just my opinion. Ku tidak ingin menjadi terlalu "harsh".

  21. 4 out of 5

    Maryam Qonita

    Buku ini hanya menjabarkan penulis yang mewajari setiap kondisi Quarter life Crisis. Tapi tidak memberikan solusi atas masalah atau memfasilitasi yang benar benar berarti. Oke, memang tidak harus memberikan solusi sih, tapi anehnya kok kayak gak dapat apa apa ya? Ditambah aku yg sudah dua puluh enam, setahun di atas krisis seperempat abad. Mungkin juga ini gak cocok buatku. Tapi kalau untuk usia 25 juga kayaknya gak cocok deh. Lebih cocok untuk pembaca SMP. 🙏🏼

  22. 4 out of 5

    nayversation nayversation

    Baca di gramedia digital karena covernya yang eye catching. Pas dibuka ternyata memang ilustrasinya oke. Ada kolom-kolom yang bisa diisi kalau beli versi fisiknya. Cuma untuk yang sudah atau sedang ada di qlc ini kayaknya gak bisa relate, deh. Karena aku gak menemukan sesuatu yang baru. Tapi mungkin akan cocok untuk pembaca usia remaja akhir atau dewasa awal.

  23. 4 out of 5

    Stefanny Natalia

    Finally bukunya muncul di Goodreads 😂 Ini buku aku baca bulan November kemarin Isinya cukup informatif menurutku meski gak benar2 memberiku pencerahan 😅 karna beberapa atau kebanyakan aku udah tau juga solusinua pasti ke arah sana atau emang udah pernah kulakuin. 4 bintang karna kusuka grafisnya yg lucuu

  24. 4 out of 5

    Ella Maudy

    Selesai dalam waktu yang singkat karena isinya juga singkat. Kelebihan buku ini adalah artwork-nya yang lucu tapi kalau substansi masih kurang bgt. Membuka pikiran sih, tapi cuma dikit. Aku berharap yang lebih, serta analisis yang lebih mendalam dan ilmiah. Tapi beberapa tips mungkin bakal aku terapkan contohnya bikin work plan.

  25. 4 out of 5

    Limya

    Apresiasi untuk ilustrasinya yang keren dan lucu. Pemilihan warna kuning yang cerah dan melambangkan semangat untuk memulai hal baru. Namun, seperti pendapat review sebelumnya, iya sih buku ini agak kurang sesuai ekspektasi. Kirain bakal ada penjelasan mendalam soal Quarter Life Crisis-nya itu sendiri, tetapi ternyata lebih fokus pada tips-tipsnya.

  26. 5 out of 5

    Jasmine Arora

    Penyampaiannya dalam buku ini mudah untuk dipahami meskipun penulis tidak menjelaskan secara detail untuk solusi dalam penyelesaian masalahnya, seperti yang bisa didapatkan di buku-buku self-help yang lain. So far, cover yang berwarna kuning dengan ilustrasi muda-mudi metropolitan pada umumnya, sangat menarik hati. Well done, good luck.

  27. 5 out of 5

    han

    Selesai, bacanya di gramedia digital. A lil a bit expect too much ke buku ini karna ngeliat daftar isinya. Tapi informasi ttg quarter life crisis yang ingin digali gak begitu banyak, mau bilang tadinya ini semacam summary karna lihat halamannya yang sedikit, tetap aja ada yang janggal rasanya. So bintang 3 untuk informasi yg runtut dan beberapa quotes yang bagus.

  28. 4 out of 5

    I Putu Indra Saputra

    Yang sangat bagus dari buku ini yaitu ilustrasinya, banyak gambar dan pemilihan warna yang sesuai, sehingga jauh dari kesan membosankan. Kalau untuk isinya, mungkin buku ini akan sangat cocok dibaca oleh anak yang baru lulus SMA/SMK, karena berisi dasar-dasar penjelasan untuk menghadapi quarter life crisis nantinya.

  29. 5 out of 5

    syarif

    Cocok dibaca buat kaula muda yang ngerasa banyak tuntutan terus bingung kudu ngapain 🤷‍♂️. Bukunya ringkas, easy to read, dan lengkap banget dari penyebab, cara nemuin passion sama self-help juga!. "Takut salah dan gagal hanya bikin stuck dan berhenti mengexplore diri" Cocok dibaca buat kaula muda yang ngerasa banyak tuntutan terus bingung kudu ngapain 🤷‍♂️. Bukunya ringkas, easy to read, dan lengkap banget dari penyebab, cara nemuin passion sama self-help juga!. "Takut salah dan gagal hanya bikin stuck dan berhenti mengexplore diri"

  30. 4 out of 5

    Niki Yuntari

    Pertama lihat sampul dan judulnya yang menarik, saya langsung kepincut buat baca. Sayangnya, isi buku ini sebenarnya sudah pernah saya baca entah di mana saya lupa. Saya nggak menemukan kebaruan dalam buku ini. Meskipun begitu, ilustrasinya bagus, saya suka.

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.